Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BALAS DENDAM Menantu Dua Miliar

BALAS DENDAM Menantu Dua Miliar

“Halo, aku mamanya Luke. Kamu wanita yang dihamili oleh Luke ya? Siapa nama kamu?” Wanita yang berada di balik telepon segera memasang wajah serius setelah mendengar suara itu. “Ha-halo tante… Aku Veren Calista. Apa kabar tante? Salam kenal ya tante.” Balas Veren dengan suara terbata-bata. “Jawab dulu, apa kamu wanita yang dihamili oleh anak tante?” wajah yang mulai kesal terpancar dari wajah nyonya Margareth.
705 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai bala kanda
Baca
+Pustaka
Geger Kahyangan

Geger Kahyangan

Alhasil bola cahaya pun terus melesat kearah Narakasura yang masih melayang di langit sana. "Cih! Balaupata bodoh!" umpat Makhluk bertanduk dan berambut merah awut-awutan tersebut. Dia mengarahkan tangannya ke bola cahaya yang Bara lemparkan. Saat bola cahaya tersebut menghantam telapak tangannya, tak ada ledakan sama sekali. Yang ada malah bola tersebut lenyap begitu saja amblas ke dalam telapak tangan Narakasura. Disaat Bara terkejut dengan apa yang dilihatnya, dia juga harus segera menghindar saat Balaupata datang menerjang tanpa suara.
8.961.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai bala kanda
Baca
+Pustaka
Balada Sebutir Telur

Balada Sebutir Telur

balas Fatimah tak kalah pedasnya. “seharusnya kamu yang pergi dari sini fatimah karena kamu sudah bukan istri albi lagi” ucap Bambang dengan tak tau malunya. “fatimah tidak akan pergi kemana-mana karena disini ada haka nak-anak almarhum, seharusnya kalian yang dewasa malu memperebutkan harta yang bukan milik kalian” omel Marwan kemudian karena sudah jengah dengan perdebatan yang jelas jelas sudah tau akhirnya.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai bala kanda
Baca
+Pustaka
Balas Dendam Wanita Yang Terhina

Balas Dendam Wanita Yang Terhina

Tiba-tiba, Alana memandang Galendra dengan mata berbinar-binar. "Om Galendra, kamu suka kucing nggak?" tanya Alana dengan polos. Galendra terkejut mendengar panggilan itu, tapi hatinya hangat. "Suka banget. Om punya kucing juga di rumah." Alina yang duduk di sebelah Alana segera menimpali, "Om, kucing om warna apa?" "Warna oranye. Namanya Simba," jawab Galendra sambil tersenyum.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai bala kanda
Baca
+Pustaka
Bara Dendam Membara

Bara Dendam Membara

“Mama mu gimana sih, sudah tahu kamu takut petir, kok nggak di temenin.” Ia pun menggendong si anak keluar menuju kamar, tetapi, langkah kaki terhenti oleh suara menjijikan dari atas. Sungguh mengejutkan ketika tatapan mata menangkap kedua insan bukan pasangan suami istri, sedang bermain gila balkon dalam. Zhang Guang bergegas naik, dengan terus menstabilkan langkah kaki, lalu berteriak. “Apa yang kalian lakukan?!”
502 DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai bala kanda
Baca
+Pustaka
Balas Dendam sang Kultivator

Balas Dendam sang Kultivator

Ia menatap Kael, suaranya tenang namun membawa bobot yang bisa meruntuhkan gunung. "Aku mencari seekor naga."
1012.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 476 kali sebagai bala kanda
Baca
+Pustaka
Balas Dendam Seorang Istri

Balas Dendam Seorang Istri

Kali ini dia tidak akan menangis. Lalu ponselnya bergetar. Satu pesan dari nomor tak dikenal masuk: “Kamu membuka kotak Pandora. Apa kamu siap dengan apa yang akan keluar darinya?” Nayla membaca pesan itu tanpa ekspresi. Lalu membalas: “Aku tidak hanya siap. Aku sudah menunggu.” ***
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai bala kanda
Baca
+Pustaka
BENALU

BENALU

Benalu part 92 POV 3 “Istrimu itu kenapa?” tanya Mama kepada Rama. Rama terdiam, bingung mau menjawab pertanyaan Mamanya. Karena Rama juga merasa kalau Rizka harisnya tidak berbuat seperti itu.
9.949.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai bala kanda
Baca
+Pustaka
Premanku Canduku

Premanku Canduku

Kini dia merasakan segalanya telah siap berada di ujung perjalanan. Dengan jambakan tangannya pada rambut Hendy, bak kuda betina yang lepas dari kandangnya Nengsih memacu seluruh saraf-saraf pekanya. Kedua kakinya dijejakkan keras-keras pada tepian bale-bale hingga pantatnya terangkat tinggi untuk menelan seluruh batang rudal Hendy dan datangnya malaikat nikmat merangkum seluruh otot, daging dan tulang belulangnya.
1011.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 440 kali sebagai bala kanda
Tampilkan Ulasan (24)
Baca
+Pustaka
athena_vivian
Yudis, secara psikologis udah berumur, pastinya emosinya kaya naik-turun gunung, ga terkendali, maunya diperhatiin dan di emong. sikapnya yang demikian bisa terjadi lantaran ada 'sesuatu' yang mengganjal di benaknya. Dikit2 ngambek, marah, apalagi pas tau kalo istri pertamanya kaya Madame Antoinette
Diajheng WD
yudiss udah tua.. miskin pula.. ga bersyukur dapet daun muda masih kinyis2.. masih juga si firda mau bertahan walo kekurangan.. mana kurang belaian jugaa... mudah2an aja si firda puber ke dua gituhhh.. biar ditinggalin tuh si yudisss........... daoet berondong yang gagah perkasaa..eaa...eaaaa.........
Baca Semua Ulasan
Gantari

Gantari

Perlahan kupicingkan mata, semakin lama semakin lebar menatap lantai dan meja yang tadinya penuh belatung. ”Mana belatungnya,Nduk? Ini hanya kelapa parut saja." Budhe Lasmi mengambil segenggam kelapa parut dan menunjukkan padaku. Mataku mengerjab sementara banyak pertanyaan menari di benak. Jika benar ini hanyalah kelapa parut, lalu kenapa aku tadi melihatnya berbeda. "Ta-tapi tadi Gantari memang melihat belatung.”
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai bala kanda
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status