Istri Manis sang Pewaris
Davin menggelar kasur lantai itu di samping tempat tidur Jingga dan melebarkan selimut, lalu ia menggaruk dahi dan berkata, “Bantalnya ketinggalan. Kamu punya bantal yang nggak terpakai? Aku malas balik lagi ke kamar."
Jingga mengembuskan napas berat hingga pipinya menggembung. Sungguh, ia ingin mengusir Davin dari kamarnya, tapi ia tak berani melakukannya karena khawatir Davin murka. Sekarang mood pria itu sedang baik, Jingga takut ia mengacaukannya.
“Itu, bantal yang berdiri itu nggak kepake.”
“Oh? Ini?” Davin mengambil bantal berwarna pink yang bersandar di headboard, yang ditunjuk Jingga.
Hot Chapters