KURELAKAN SUAMIKU UNTUK MANTANNYA
Hingga akhirnya, kudengar suaranya, tepat di belakangku.
"Berhentilah menangis. Tidak pantas, seorang wanita yang telah bersuami, menangisi laki-laki lain."
Aku lekas menoleh ke belakang. Menoleh ke arah datangnya suara itu.
Kulihat, dua laki-laki itu, sudah tidak ada di sekitar sini. Bara berdiri dengan santai, hanya memakai kaos dalam. Kulihat, bajunya sudah dilepas untuk membalut lukanya itu.