Menantu Tegas, Ipar Panas, Mertua Lemas
Sedangkan orang yang kutatap hanya meringis kecil.
“Pak, Bang Galuh itu tidak paham jokes keluarga kita,” kataku mengingatkan. “Dia itu sensitif,” kataku lagi.
“Eh, jokes? Abang kira beneran,” kata Bang Galuh lega.
“Nggak, lah. Bapak itu suka bercanda, makanya kamu itu harus lebih sering ke sini. Masak udah mau empat tahun menikah, kamu ke sini bisa dihitung dengan jari,” kata Ibu lembut.