Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
REYGA

REYGA

Ia sengaja tak mau memiliki teman karena ia tahu teman itu adalah orang yang akan menusuk kita dari belakang. "Iya, kok alien dibilang?" tanya Reyga penasaran. "Soalnya tuh anak gak punya kawan," jawab Ali enteng. "Kenapa? Dari wajahnya aja gue kira dia famous." Ucapan Reyga itu sontak membuat Ali tertawa. "Denger Ga, dia itu sering banget kena bully, alasannya sih karena yaaa dia cupu gitu, kaku, baru kata orang dia tuh sok baik," jelas Ali kembali mengisap rokoknya.
1012.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 257 kali sebagai be a buddy not a bully artinya
Baca
+Pustaka
Dinodai Sebelum Malam Pertama

Dinodai Sebelum Malam Pertama

“Kau tak paham apa yang aku ceritakan, Rose! Manusia itu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tidak ada manusia yang sempurna! Namun kita jangan biarkan diri kita lemah, di bully! Meskipun aku unggul bela diri tetap saja aku phobia ruang sempit. Kalau kau tak betah tinggal di pondok, kau bilang pada ayahmu! Mintalah pulang! Kalau kau tak pandai hafalan, bukan karena kau bodoh! Persetan dengan perkataan para pembully! Mereka seperti singa dan berani karena bersama kawanannya. Namun ketika sendiri mereka seperti seekor lembu yang kesakitan! Kau kesulitan hafalan, kau bisa belajar lebih giat lagi! Atau kau bisa pindah ke pondok lain yang tidak terlalu membebani santrinya hafalan.
10146.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.0K kali sebagai be a buddy not a bully artinya
Baca
+Pustaka
Edisi Kelas

Edisi Kelas

tambah Ade membuat yang lainnya ikut tertawa. “Kok teman sendiri di bully?” Wali kelas menganggap candaan mereka seabgai bullyan. Padahal memang beginilah kelas mereka. Tidak peduli siapapun kalau berani nyenggol Ade pastilah terkena dampak buruknya. Raula membalasnya dengan senyuman, “Gak apa – apa kok buk. Kami memang begini kok. Beginilah cara kami berteman.”
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai be a buddy not a bully artinya
Baca
+Pustaka
Dendam Arwah Bully

Dendam Arwah Bully

bujuk Tasya sambil menunjukkan arang yang dia pegang. "Tidak, aku tidak bisa. Semua ini adalah aku yang memulainya. Jadi aku harus menolong semua teman-teman kita," tolak Farhan. Farhan tadi hampir terpengaruh dengan bujukan Tasya. Farhan memang sering membully orang, tetapi dia tidak pernah membunuh seseorang. Dia bukanlah seorang pembunuh, jika dia pergi begitu saja maka dia sama saja seperti pembunuh.
699 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai be a buddy not a bully artinya
Baca
+Pustaka
Bad Guy : Aku ingin menjadi baik untukmu

Bad Guy : Aku ingin menjadi baik untukmu

lanjut Seol Mi. Bimbang. Satu kata yang mampu mendeskripsikan perasaanku saat itu. Bagaimana tidak ? aku sendiri takut untuk menghadapi sosok Hyunwoo yang terlihat seperti Psikopat, tidak memiliki hati dan mampu menyiksa seseorang tanpa ampun, namun disisi lain, aku sendiri merasa kasihan pada teman-temanku yang tidak memiliki salah apapun padanya. Sungguh ! apa dia sedendam itu pada ku karena aku menampar pipinya ? Hah ! masa bodo lah ! aku ingin mengakhiri urusanku dengan orang itu sesegera mungkin.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai be a buddy not a bully artinya
Baca
+Pustaka
Rawi, Sang Jejaka Super

Rawi, Sang Jejaka Super

“Tentu saja aku bisa ikut andil di dalamnya. Apalagi masalah cinta, aku tidak ada tandingannya. Ha ha ha.” “Syukur deh. Aku senang akhirnya aku dapat bantuan. Soalnya Rawi itu juga selalu saja ada yang membantu, entah itu bestie-nya, entah pakdhe-nya … sebel banget.” “Bestie? Apa bestie?” “Aduh … Pak Salam jangan norak deh. Bestie itu artinya sahabat, sobat kental begitu lho. Seperti Pak Salam sama pakdhe-nya Rawi begitu lho!”
10777 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai be a buddy not a bully artinya
Baca
+Pustaka
Pernikahan Dadakan dengan Anak Ustaz

Pernikahan Dadakan dengan Anak Ustaz

“Gimana kalau saya dibully lagi!” Alvan beristigfar. “Maaf, saya jadi lupa. Sekarang tunjuk siapa orangnya!” Aulya celingak-celinguk ke persekitaran. “Tidak ada!” dengusanya. “Mereka tidak di sini, mungkin mereka takut membully kalau kamu di sini!” “Ya sudah, hari ini saya temani kamu. Tapi kalau saya punya kegiatan tambahan, kamu bersedia ikut?”
2.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai be a buddy not a bully artinya
Baca
+Pustaka
Perjanjian Sebelum Cerai

Perjanjian Sebelum Cerai

ucap Lidya. "Kenapa, Mbak?" tanya Syifa. "Kamu ini polos banget sih, atasan kamu itu aku bukan teman-teman yang jabatannya sama dengan kamu. Jika mereka menyuruh kamu melakukan banyak hal artinya kamu sedang dibully," ucap Lidya. "Oh jadi gitu ya, Mbak. Tapi saya nggak merasa di-bully Mbak," ucap Syifa.
1091.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.6K kali sebagai be a buddy not a bully artinya
Baca
+Pustaka
Bukan Sekedar Sahabat

Bukan Sekedar Sahabat

Fina yang melihat sang sahabat sudah kesakitan akhirnya turun tangan. "Woi, kalian mau masuk penjara atau gimana? Lepasin, gak! Aku tuntut pasal penganiayaan alias bullying baru tau rasa kalian. Lepas gak!" teriak Fina galak membuat Nurul dan Wulan melepaskan lengan Zio. "Ck. Biasa aja kali, Fin. Toh, Zio bukan pacar kamu. Sok kamu Fin," gerutu Nurul.
1028.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 770 kali sebagai be a buddy not a bully artinya
Baca
+Pustaka
Di Balik Rupa Burukku

Di Balik Rupa Burukku

katanya sambil menggaruk-garuk kepalanya. "Kamu jangan marah dan tersinggung ya? Aku ini orangnya hobi menolong orang, jiwa kepahlawananku menggelora seperti Power Rangers, jadi aku bilang kau pacarku biar kau gak dibully sama anak di sini. Jangan GR yo? Aku sama sekali gak suka sama kamu, tapi aku berencana menjadikanmu sahabatku, okey?" katanya membuatku tersenyum, Ah ... aku saja yang menanggapinya berlebihan, melihat rupaku ini, gak mungkin Fendi beneran suka sama aku.
1084.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai be a buddy not a bully artinya
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
smk sumbangsihm2
Salam kenal kak.. pertama baca gara2 lokasi cerita di kampung halaman aku. sepertinya kak author sangat mengenal kota Jambi. Aku seperti pulang kampung karena semua lokasi yg disebut langsung terbayang, apalagi setting thn 1997. Tahun terakhir sebelum merantau. Semoga sukses selalu yah
Agus Irawan
Gadis Desa itu merantau ke kota Jakarta, entah mendapatkan nasib manis atau sial. yang jelas menurutnya nasib sial. karena telah dipertemukan dengan seorang pengusaha sekaligus tunangan majikannya. Baca novelnya. "Kembang Desa Sang Miliarder. nama pena" Agus Irawan.
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status