Mengajarkan konsep 'a friend in need is a friend indeed' kepada anak bisa dimulai dengan cerita sehari-hari. Aku sering menggunakan contoh dari buku anak favoritku, 'The Giving Tree', di mana pohon terus membantu anak laki-laki tanpa pamrih. Setelah membacakan cerita, aku bertanya pada anak, 'Menurutmu, apa yang membuat pohon itu teman sejati?'
Lalu, aku mengaitkannya dengan pengalaman nyata. Misalnya, ketika teman sekelasnya sakit dan tidak masuk sekolah, ajak anak untuk membuat kartu 'cepat sembuh' bersama. Setelah itu, jelaskan bahwa tindakan kecil seperti itulah yang menunjukkan arti persahabatan sejati. Anak-anak belajar lebih baik ketika konsep abstrak dikaitkan dengan tindakan konkret yang bisa mereka lakukan.