Istri Abangku
Imron sempat tersenyum pada beberapa petugas rumah sakit, menyapa mereka dengan penuh semangat.
Jarak dari lobi pintu samping, tidak terlalu jauh dari IGD rumah sakit. Langsung saja Imron masuk dan berbisik pada salah satu perawat di sana. Kamal cukup kaget dengan keadaan dalam ruangan itu pagi ini. Ada ibu-ibu yang tengah berteriak histeris saat jarum suntik tertancap di punggung tangannya. Ada lagi anak lelaki usia SD terbaring lemah, dan ada dua kakek terbaring di ranjang sebelahnya. Ruangan IGD tak menyisakan sama sekali brangkar kosong yang bisa dipakai oleh Kamal.
"Pake kamar mayat aja, Bang Imron," tukas perawat perempuan dengan berbisik pada Imron.
Hot Chapters