Dokter Jenius: Tangan Emas Sang Penyembuh
Cutegurldi atas ranjang dokter 21 tamatdendam membara sang doktercerita dokter cantikdokter sabar
“Terima kasih. Nah, karena itu, kami kekurangan tenaga senior di IGD. Lebih dari sekadar kekurangan sebenarnya, karena kamu tahu sendiri, IGD adalah jantung dari rumah sakit ini. Dalam sehari, puluhan kasus darurat masuk. Banyak yang kompleks, banyak yang butuh keputusan cepat, dan... banyak pula yang menyangkut nyawa.”
El masih diam. Ia mulai memahami ke mana arah pembicaraan ini.
“Jadi?” tanyanya perlahan.
“Kami ingin kamu mengisi posisi itu untuk sementara waktu,” ucap Tuan Sujana mantap. “Bukan sebagai dokter umum IGD, tentu saja. Tapi sebagai dokter trauma bedah. Fokusmu adalah menangani pasien-pasien trauma dengan kondisi kritis, baik itu luka tusuk, benturan, trauma toraks, hingga ced
Beliebte Kapitel