Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suami Miskinku Ternyata Mafia Kaya

Suami Miskinku Ternyata Mafia Kaya

gumam Cani. “Kamu ini beneran ndak tahu? Padahal kamu tetangganya loh! Rumah kalian juga dekat. Bisa-bisanya kamu nggak tahu. Musibah apa yang sedang menimpa Bu RT,” cerocos Mak Ti menjitak kepala Cani pelan. “Huh? Masalah apa, Mak? Bukannya Bu RT selama ini baik-baik saja ya?” Cani makin dibuat bingung dan penasaran.
109.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 295 kali sebagai bel rumah bisa bicara
Baca
+Pustaka
Setelah Istriku Berkata Lelah.

Setelah Istriku Berkata Lelah.

Mereka sampai terduduk, karena merasa lucu pada pria berperut buncit itu. "Kau salah Bos, rumah yang kau beli milik ibuku. Tempatnya bukan di sini tapi di sebelah sana." Bram menunjuk ke arah rumah ibunya yang letaknya tak terlalu jauh. Namun Bandot seperti tak perduli, membuat Bram dan ibunya kesal padanya. "Lagipula ini rumah tidak kami jual, Karena kami akan tinggal selamanya di sini," ujar Bram sinis.
1012.2K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 341 kali sebagai bel rumah bisa bicara
Baca
+Pustaka
Ternyata Suamiku Simpanan Tante-Tante

Ternyata Suamiku Simpanan Tante-Tante

tanya Elisa mengerutkan kening, tak berhenti menatap, wanita itu nampak terkesima. "Ini rumah baru kita," ucap Bima dengan tegas, nampak ia membalas tatapan Elisa dengan sungguh-sungguh. Elisa menoleh ke arah Bima seakan tidak percaya, wanitu itu nampak berusaha mencari kebenaran dari pengakuan yang Bima katakan. "Mas, jangan mengajakku bercanda, ini tidak lucu," celetuk Elisa berusaha menahan diri agar tidak terpengaruh.
3.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai bel rumah bisa bicara
Baca
+Pustaka
Jangan Menolakku

Jangan Menolakku

Assalamualaikum ] sapa Rara dengan ramah. [Wa alaikum salam. Sudah sampai rumah, Ra? ] [Sudah, Bude. Alhamdulillah. ] [Mmm .... ] Suara bude, kedengaran bingung. [Ada apa, Bude?] tanya Rara yang penasaran, saat mendengar bude hanya bergumam saja. [Ra ... Bude boleh minta sesuatu nggak sama kamu?] Bude bertanya, walau terdengar bimbang.
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 197 kali sebagai bel rumah bisa bicara
Baca
+Pustaka
JADI ISTRI DUDA? BOLEH JUGA

JADI ISTRI DUDA? BOLEH JUGA

Kalau kepergok bocah sedang membicarakan hal dewasa dan liar seperti ini, mau ditaruh mana mukanya? Lukman terkekeh. Dia meminum es amerikanonya dan menyandarkan punggung ke kursi. "Well, yang penting bahasa Inggrisku lebih bagus." "Enggak tanya." "Uangku tambah banyak." "Kayak bocil." "Aku juga punya temen lebih banyak dari bule dari pada orang Asia."
1012.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 450 kali sebagai bel rumah bisa bicara
Baca
+Pustaka
My Boss My Enemy

My Boss My Enemy

teriak Kallica di dalam lift "Ya Tuhan kecebong, kalau kau berbicara seperti itu terus. Semua urat lehermu bisa putus, aku tidak tuli Kallica! Bisakah kau berbucara sedikit lebih lembut, tidak perlu ngegas sepedti knalpot bemo!"seru Bara. Pria itu bahkan tidak menyadari telah mengikuti gaya bicara Kallica yang setengah berteriak.
1.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai bel rumah bisa bicara
Baca
+Pustaka
Merebut Suami Pelakor

Merebut Suami Pelakor

Rama menyahut kaku. “Ba-baik, Pak.” Tergopoh-gopoh Bik Sumi masuk ke rumah, melewati Lisa yang auranya tidak kalah mencekam. “Kamu juga masuk, kita bicarakan ini di dalam.” Lisa mencebik sinis. “Wah, kamu hebat sekali, Mas. Kenapa dibubarin? Kenapa harus dibicarakan di dalam rumah? Kamu nggak mau kebusukan kamu diketahui orang-orang, 'kan?”
1064.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai bel rumah bisa bicara
Baca
+Pustaka
Bilik Lain di Rumah Suamiku

Bilik Lain di Rumah Suamiku

Suara Alex meninggi. "Maaf, Mas Alex. Sesuai permintaan tuan rumah, Mas tidak diperbolehkan masuk ke rumah ini." Satpam itu berusaha bicara sopan, meski tamu majikannya itu telah meneriakinya. "Apa?! Tuan rumah? Siapa? Om Subakhi? Kalau Bapak mengada-ada, saya bisa minta mereka memecat Bapak." Saking terkejut, Alex memberondong satpam itu dengan banyak pertanyaan.
1064.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai bel rumah bisa bicara
Baca
+Pustaka
Accidentally Married

Accidentally Married

“Aku minta ini dari reporter properti. Kira-kira, mau beli rumah yang di mana?” “Kira-kira, mau beli rumah yang mana?” Rumi bertelentang dan mengulang perkataan Dandi. Melihat harga rumah yang tertera di salah satu brosur, Rumi pun terbelalak. “Ini harganya 'M' semua, Mas.” “Terus?” “Ya ampun.” Rumi terkekeh garing. Hampir saja Rumi lupa, jabatan sang suami di perusahaan. “Ini mau beli rumah atau mau beli permen, sih?”
1055.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai bel rumah bisa bicara
Baca
+Pustaka
Wanita di Pusara Suamiku

Wanita di Pusara Suamiku

Selama ini Bude Rumi tinggal sendirian di rumah besarnya tentu saja keberadaan asing tersebut membuatnya tanda tanya. Lamat-lamat Mala mendengar suara seorang laki-laki tengah berbincang dengan Bude Rumi di ruang tengah. Mala yang berada di depan rumah agak ragu untuk masuk meski pintu rumah terbuka lebar mendandakan pemiliknya tengah berada di dalam rumah. "Mbah Rumi… ." panggil Kinanti tanpa diaba-aba. Mala terkejut dengan tingkah anaknya. Perbincangan yang tadi masih didengarnya kini senyap.
1016.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 487 kali sebagai bel rumah bisa bicara
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status