Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jerat Cinta Sang Duda

Jerat Cinta Sang Duda

Justru itu adalah keputusan yang tepat karena dia juga ada teman untuk bercerita keluh kesah hidupnya. “Romi, aku ingin bertanya satu pertanyaan lagi, apakah di rumah kamu sering mengobrol dengan ibumu?” tanya Bima. “Sepasang suami istri memang harus sering berkomunikasi, ‘kan Pak,” jawab Romi.
1023.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 666 kali sebagai bel rumah bisa bicara
Baca
+Pustaka
Daster Buat Istriku

Daster Buat Istriku

Tapi, aku harus meneruskan perjalanan. “Itu rumah kami, Bu Guru!” Bima menunjuk sebuah rumah kecil yang jauh dari kata layak. Berdinding anyaman bambu berlantai tanah. Posisinya doyong ke arah kanan. Aku yakin, bila ada angin kencang yang sedikit dasyat, rumah itu bisa saja ambruk. ***** Bersambung
1044.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai bel rumah bisa bicara
Baca
+Pustaka
Taaruf dengan Anak Wanita Malam

Taaruf dengan Anak Wanita Malam

Atau Rumah untuk siapa? Perkara rumah bisa menjadi sebuah topik pembicaraan yang cukup serius. “Aa Adam dulu!” seru Selina sembari saling melempar senyum dengan sang kakak. “Kalau kata orang sunda mah pamali, ngarunghal; ngeduluin kakak. Nih, jadinya gak jadi terus,”
1014.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 355 kali sebagai bel rumah bisa bicara
Baca
+Pustaka
Transmigrasi: Tebusan dalam Diri Radit

Transmigrasi: Tebusan dalam Diri Radit

“Gue dekat. Bisa dengar sebagian.” “Jangan kontak,” perintah Radit. “Identifikasi saja.” Detik berjalan lambat. Faris merasakan keringat dingin di pelipisnya. Setiap gerakan orang asing itu seperti ancaman langsung ke darah dagingnya. “Ada kata ‘rumah’,” lapor Bima. “Dan ‘besok’. Mereka belum yakin.” Radit menarik napas. “Bagus. Artinya kita belum ketahuan.”
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai bel rumah bisa bicara
Baca
+Pustaka
Pendekar Iblis (Warisan Iblis Tanduk Api)

Pendekar Iblis (Warisan Iblis Tanduk Api)

Dia merasakan kesejukan yang nyaman di rumah tersebut. "Apakah Arimbi dan Ratu tinggal di rumah ini?" batin Bima. Bima mengetuk pintu rumah yang terbuat dari batu pualam. Pintu itu sangat indah berkilauan. "Masuk lah," terdengar satu suara dari dalam. Jantung Bima berasa berhenti berdetak. Dia sangat tidak asing dengan suara tersebut. Dengan perlahan Bima mendorong pintu tersebut hingga akhirnya terbuka.
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 333 kali sebagai bel rumah bisa bicara
Baca
+Pustaka
Hasrat sang Konsultan Idaman

Hasrat sang Konsultan Idaman

sahut ketus Budi, dengan setengah hati mempersilahkan Bimo bicara. “Maaf Pak Budi. Apakah Bapak merasakan ada hal yang aneh dengan ‘kemampuan’ Pak Budi di ranjang akhir-akhir ini? Dan hal aneh itu hanya terjadi di rumah Pak Budi saja,” ujar Bimo pelan.
9.157.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai bel rumah bisa bicara
Baca
+Pustaka
My Sweet Dangerous Logan

My Sweet Dangerous Logan

maki Bisma. "Lo yang gila, Bis. Gue udah nggak perjaka kali," balas Bram sambil menoyor jidat Bisma. "Hahahaha, iya, gue lupa. Kalo Lo siapa aja di embat, nggak peduli tuh pembokat tetangga depan rumah Lo, anak di kampus atau siapa aja yang Lo temuin asalkan dia punya lobang," balas Bisma. Mereka berdua sedang berbicara ke absurd di luar nalar.
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai bel rumah bisa bicara
Baca
+Pustaka
Tamu Di Rumah

Tamu Di Rumah

Rumah Lama Reva Setelah selesai makan malam, mereka kembali ke kamarnya masing-masing. Namun lain halnya dengan Reva dan Roy, yang berada di ruang tengah menonton televisi sambil berbicara banyak hal random. Reva sangat senang menonton film rekomendasinya, dengan kepala yang menyender di bahu Roy. “Besok aku libur, apakah kau tidak ingin Shopping atau jalan-jalan?” Tanya Roy, menatap Reva dari samping.
16.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 510 kali sebagai bel rumah bisa bicara
Baca
+Pustaka
Rumah yang Semu

Rumah yang Semu

Kompleks perumahan yang setahu Diana cukup elit di Semarang. Diana berhenti di depan rumah dengan pagar hitam yang menjulang tinggi. “Mba Novia, aku udah di depan rumah Bukitsari Raya IV Nomor 56 ya” Diana menelepon dari dalam mobil. “Masuk dulu ya Di, Mama belum selesai. Bentar aku bukain pintu” jawab Mba Novia dari ujung telephone. Ketika Diana melewati pagar, tak henti Diana kagum dengan rumah dua lantai bercat putih dengan pilar – pilar di depannya. ‘Ini mah istana, bukan rumah’ gumamnya.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai bel rumah bisa bicara
Baca
+Pustaka
Istri Perawan Disangka Janda

Istri Perawan Disangka Janda

Fraktur alias patah tulang ibunya masuk dalam golongan serius dan berat. “Nok, nanti aku pulang dulu, yo. Lihat rumah, kalo nggak dipantau, tikusnya bisa nguasai seluruh rumah.” Bik Rum berbicara dengan wajah cerah. “Iya, Bi. Nggak popo, tapi ke sini lagi, ya…,” ucap Shanumi.
10438.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.6K kali sebagai bel rumah bisa bicara
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status