Aku sering ditanya seberapa berbahaya cat rambut Sasha kalau dipakai terus-menerus, dan jawabannya nggak semata-mata iya atau nggak — tergantung banyak hal.
Pertama-tama harus dibedakan jenis pewarnaannya. Kalau 'Sasha' yang kamu maksud itu cat permanen yang mengandung oksidasi (peroxide) dan mungkin ammonia, setiap proses pewarnaan permanen memang mengubah struktur kutikula rambut dan bisa mengurangi kelembapan serta elastisitas. Bleaching (mencabut warna asli) adalah yang paling agresif karena memecah melanin dan sering meninggalkan rambut porous dan rapuh. Sebaliknya, cat semi-permanen atau demi-permanen cenderung lebih ringan karena nggak selalu pakai developer tinggi atau ammonia, sehingga dampaknya lebih kecil. Intinya, frekuensi pewarnaan + jenis produk + kondisi rambutmu sebelum diwarnai akan menentukan seberapa parah kerusakannya.
Dari pengalaman pribadi, waktu aku masih coba-coba warna drastis, yang bikin rambut benar-benar bermasalah bukan cuma pewarnaan semata tetapi kombinasi: bleaching berulang tanpa jeda, styling panas tiap hari, dan minim perawatan. Nggak butuh waktu lama untuk terlihat: ujung bercabang, rambut kering seperti jerami, dan gampang putus. Setelah itu aku mulai pakai strategi lain — jeda lebih lama antara sesi bleaching (minimal 8–12 minggu jika bisa), pilih formula tanpa ammonia atau demi-permanent untuk touch-up, dan pakai treatment pengikat ikatan (bond builder) serta deep conditioning rutin. Untuk yang cuma ingin menutupi uban atau bikin warna lebih hidup, opsi root touch-up demi-permanent dengan developer lebih rendah biasanya lebih aman.
Praktisnya, kalau kamu sering pewarnaan, perhatikan tanda-tanda stres pada rambut (kering parah, putus, porositas tinggi), lakukan tes sehelai rambut sebelum pewarnaan penuh, dan utamakan perawatan: masker protein + kelembapan secara berselang, sulfate-free shampoo, pakai heat protectant, dan potong ujung yang rusak. Kalau kondisimu sudah buruk, hentikan pewarnaan agresif dulu sampai rambut pulih. Jadi singkatnya: iya, bisa merusak kalau sering dan dilakukan tanpa perhatian, tapi dengan pemilihan produk yang lebih lembut, jeda waktu yang cukup, dan perawatan tepat, dampaknya bisa diminimalkan. Aku jadi lebih menikmati warna sekarang karena bukan cuma cari hasil, tapi juga jaga kesehatannya — rambut yang bagus bikin warna juga lebih keluar keren.