Demi Cinta Pertamanya, Dia Korbankan Anak Kami
Seputus asa apa diriku saat ini, sebesar itu pula penyesalanku atas keputusanku dulu yang mati-matian ingin menikah dengannya.
Aku dulu berpikir bahwa selama aku melakukan semuanya dengan cukup baik, dia akan melihat kebaikanku.
Pernah ada momen ketika aku merasa dia mencintaiku. Namun, sekarang, aku baru mengerti, tidak mencintai tetaplah tidak mencintai.
Bahkan setelah mengandung anaknya, aku tetap tidak bisa mendapatkan sedikit pun kasih sayangnya.
Aku mengusap perutku yang membulat. Air ketuban dan darah telah membasahi seluruh tempat tidur.