Jodohku Muridku Sendiri
Sebuah pesan dari temannya, Dio.
"Bro, anak SMA Cakra ngajak ketemuan. Kayaknya bakal ada perang kecil. Lu ikut?"
Devan membaca pesan itu tanpa ekspresi. Lalu, tanpa berpikir panjang, ia mengetik balasan.
"Gue datang."
Karena dalam hidupnya yang penuh kehampaan, rasa sakit adalah satu-satunya hal yang bisa ia rasakan dengan nyata.