Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terjebak Pesona Bos

Terjebak Pesona Bos

“udah mad” “aku liat hasil test darah kamu” “ada di kantong baju, aku benar-benar lemas” bisiknya itu bearti gue harus masukin tangan ke kantong baju tidurnya, dengan perlahan gue masukin. Sedikit terasa bulatan yang besar sampai akhirnya jari-jari gue menggapai selembar kertas. Gue bisa baca hasil cek darah, dulu memang ada pelajaran buat itu. “inii DBD!!” gumam gue yakin pas baaca hasil tes darah nia.
1021.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 649 kali sebagai berdarah saat bab
Baca
+Pustaka
Anak Kembar sang Miliarder yang Dirahasiakan

Anak Kembar sang Miliarder yang Dirahasiakan

Mata mereka mulai berair. "Bibi jelas sedang tidak baik-baik saja. Dia mengeluarkan banyak darah. Bibi pasti sangat takut." "Aku mau ikut ke rumah sakit. Aku mau menemani Bibi biar tidak takut lagi." Mendengar suara kecil itu, Barbara menoleh. Ia ingin berbicara dengan keponakannya. Namun ia terlalu lemas. Bernapas saja, ia mulai kesulitan. Pandangannya malah semakin kabur dan kedipan matanya melambat.
10501.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14.5K kali sebagai berdarah saat bab
Tampilkan Ulasan (43)
Baca
+Pustaka
evaluasi alamiah
Bagus sih pas awal2 cerita,alurnya sedikit bertolak belakang.Biasanya CEO nyari tau atw mw tanggung jawab si Frank ini malah sebaliknya.Kakek biasanya seneng dpt cucu,Rowan ini malah sempet mw bunuh.Tapi mkn ke sini agak kurang gmn gitu,dialognya kaya kurang macho bwt tokoh Frank.
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Baca Semua Ulasan
Menjadi Istri Milyuner

Menjadi Istri Milyuner

Tetapi Edwin tak kunjung datang, sampai akhirnya Rieka hanya bisa meringkuk kesakitan di ranjangnya. Setelah beberapa lama kesakitan tiba-tiba Rieka merasa bagian bawah tubuhnya terdapat sesuatu yang hangat. Dan begitu Rieka sadari, tenyata kehangatan itu timbul dari aliran cairan merah dari tubuh bagian bawah tubuhnya... Darah! Darah segar yang mengalir begitu saja disana. Jadi aku perdarahan? Lalu anakku bagaimana? Baby Bee bagaimana keadaanya?
1012.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 474 kali sebagai berdarah saat bab
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menjadi Madu

Terpaksa Menjadi Madu

Adakah darah di celana dalamnya? Begitu menaruh handphonenya dan melepaskan kain segitiga itu, Ayesha membeku beberapa saat begitu menemukan pembeda yang dimaksud. Bercak darah di sana menandakan waktu kelahiran bayinya sudah tiba. Dengan gemetar, Ayesha menghubungi Izhar. Berharap pria yang dia ketahui sedang tidur itu segera mengangkat telepon mendesaknya.
1018.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 671 kali sebagai berdarah saat bab
Baca
+Pustaka
Hai Om, Aku Calon Istrimu!

Hai Om, Aku Calon Istrimu!

Tapi otakku… kenapa tiba-tiba blank? Aku menelan ludah, mencoba menata kalimat. “Cek tekanan darah berkala dan pastikan cairan intravena berjalan normal, Dok.” Dia tersenyum tipis. “Good. Tapi jangan lupa juga periksa kemungkinan perdarahan internal, ya.” Suaranya lembut, tapi tatapannya menusuk. Dan jujur saja, suhu tubuhku naik dua derajat saat itu juga.
1017.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 566 kali sebagai berdarah saat bab
Baca
+Pustaka
Bercak Darah di Seprai Adikku

Bercak Darah di Seprai Adikku

Mataku memicing ketika melihat kamar adikku masih dalam keadaan berantakan, dan yang membuat dada ini berdebar tidak karuan saat melihat bercak darah di seprai adikku. Bukannya Imel baru selesai datang bulan beberapa hari yang lalu? Batinku seraya duduk di bibir ranjang sambil menatap bercak merah tersebut, juga bercak-bercak mencurigakan lainnya. Sebagai perempuan yang sudah menikah aku tahu bercak apa itu.
1038.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai berdarah saat bab
Baca
+Pustaka
Kakak Tingkatku Ternyata Pangeran Berdarah Perak

Kakak Tingkatku Ternyata Pangeran Berdarah Perak

Pendarahan di hidungnya terkadang berhenti selama beberapa jam, memberikannya sedikit waktu untuk bernapas lega. Namun, saat mencoba berdiri atau sekadar duduk untuk menyendok bubur, cairan merah itu kembali mengalir deras. Alya sendiri bingung setengah mati. Seingatnya, dia tidak punya riwayat penyakit kronis. Tubuhnya selalu sehat selama di panti asuhan. Kejadian ini terasa sangat tidak masuk akal, seolah-olah tubuhnya sedang bereaksi hebat setelah menuliskan harapan di buku catatan birunya tempo hari.
10829 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai berdarah saat bab
Baca
+Pustaka
Serpihan Hati

Serpihan Hati

Shinta sebenarnya tidak suka dengan bau rumah sakit, seperti bau obat menurutnya. "Apakah Adek Bayinya sudah BAB?" tanya dokter sambil memeriksa tekanan darah Shinta. "Sudah, Dok! Keduanya sudah buang air besar. Buang air kecil malah sudah bolak-balik," jelas Fatma ikut menimpali.
1014.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 383 kali sebagai berdarah saat bab
Baca
+Pustaka
TEST PACK ASISTEN RUMAH TANGGAKU

TEST PACK ASISTEN RUMAH TANGGAKU

Lagi, kuusap bibir dan hidungnya yang masih mengeluarkan darah. “Tapi Abang berdarah, Bang. Ini keluar dari mana, ini darah apa? Jadi Abang beneran kanker? Ya Allah ….” Tak rela rasanya melihatnya seperti ini. Air mataku mulai menitik. Aku paham sekarang, ternyata kamu semenderita ini dibelakangku, Bang. “Mungkin ini semacam mimisan biasa, karena Abang terlalu gerah. Tadi di luaran panas udaranya, ‘kan?”
9.379.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai berdarah saat bab
Baca
+Pustaka
NAYARA And the Lost of Naga Sasra

NAYARA And the Lost of Naga Sasra

Dia menarik kursi lalu duduk di depan Nay. "Nay, apa kamu kenal orang yang bisa mengobati? Kok saya melihat anak saya itu sepertinya bukan sakit biasa. Semalam dia sempat muntah darah. Ada pecahan kaca menempel di handuk waktu saya membersihkan darahnya." Bu Saminah setengah berbisik bertanya pada Nay. "Ibu nanti tutup jam berapa?" tanya Nay pelan. "Sekitar jam empat."
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai berdarah saat bab
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status