Suami Adikku, Ayah Anakku
"Pasti nggak lebih jelek dari kamu."
Dasar. Mulutnya masih saja pandai memilih kata yang membuat jengkel. Namun, apa mau dikata? Aku sudah memilihnya.
Meski kami harus melewati banyak hal buruk, tetapi lihat sekarang. Kami masih bersama. Hal-hal sulit dan menyakitkan hati itu malah menjadi jalan untuk kami bisa bersama. Bahkan, perjalanan penuh liku ini menghadirkan sesuatu yang amat berharga dan lucu bernama Damar. Jadi, aku simpulkan. Sejak awal, sampai kini, pilihanku memang enggak salah.