Tuan, Aku Hamil!
katanya dengan suara yang tegas tapi tetap tenang, mencoba mengendalikan situasi.
Namun, sebelum ada yang sempat bergerak, aku memutuskan untuk mengambil sikap. “Tidak perlu, Tuan. Biarkan semuanya mendengar,” kataku dengan suara yang kuusahakan tetap mantap, meskipun di dalam hatiku bergemuruh. Aku tahu ada sesuatu yang tidak beres, dan aku tidak ingin pembicaraan ini terjadi di balik pintu tertutup.