TEMAN WANITA AYAHKU
Tanpa ekspresi mencolok, dia menanggapi, "Cabut saja balihonya. Gak usah diperpanjang kalau cuma bakal bikin ribut. Gak enak sama tetangga."
Aku menahan tawa. Sungguh, Bunda tahu cara membalas dengan elegan. Bukan dengan teriakan, bukan dengan amarah, tapi dengan ketenangan yang justru menghancurkan lebih dalam. Aku ingin bertepuk tangan.
Bahkan dalam situasi seperti ini, Bunda masih bisa mengarahkan situasi dengan kepala dingin. Dan aku bangga, sangat bangga menjadi putrinya.
"Nanda malu keluar rumah, Bun."