Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan
Riichancerpen ketika laut marahom om apa yang pagi siang malam ke lautlelaki tua dan lautkesimpulan laut bercerita
“Itu…”
Kata itu menggantung, tidak selesai. Bibirnya bergerak seolah ingin melanjutkan, tapi pikirannya terasa buntu. Ada rasa ragu yang menahan, bercampur dengan bayangan kejadian sebelumnya yang masih jelas di ingatannya.
“Jangan bilang kalian sedang bertengkar? Jika benar, sebaiknya saling minta maaf dan berbaikan.”
Ibunya sedikit mengernyit, namun bicaranya tetap lembut dan penuh pengertian. Ia tidak terdengar menghakimi, justru lebih seperti mencoba menenangkan.
Beliebte Kapitel