AMERTA (Liku Luka, Duka, dan Cinta)
“Cepatlah, badannya sangat panas, suhunya mencapai 39 derajat celcius.”
Senja dapat mencium aroma alkohol pada tubuh Dipta. “Tuan Dipta mabuk, Kak?”
“Hal yang sudah biasa, Senja,” jawab Bima, lalu berujar, “Maaf sudah membangunkanmu ya.”
“Nggak apa-apa, Kak,” sahut Senja. “Menjaga Tuan Dipta adalah tugas aku juga.”
Kemudian Senja mengompres dahi Dipta dengan handuk putih bersih yang sudah dicelupkan kedalam air hangat. Lalu ia juga mengganti perban di tangan kanan Dipta.
Bab Populer