Bimbingan Panas Pemred Dingin
Tatapan takjub tak dapat disembunyikan, saat melihat tubuh atletis Justin yang dihiasi tato di bagian punggung.
“Kenapa?” tanya Justin heran, mendapati Helena terpaku menatapnya dengan sorot aneh.
Helena menggeleng pelan. Dia tak tahu harus berkata apa. Selama ini, dirinya hanya membayangkan tubuh Justin lewat sentuhan.
“Aku ingin menginap di sini,” ucap Justin, seraya naik ke tempat tidur.
“Um, baiklah. Tak masalah,” balas Helena. Dia memberanikan diri mendekat, lalu naik ke tempat tidur. “Biar kuobati luka di bibirmu, Tuan.”
ตอนยอดนิยม