Pernikahan Toxic
Aku semakin terkejut melihat Kak Halimah tengah membuka kancing baju istriku yang menampilkan dada berisi istriku, kemudian di dekatkannya pada bibir mungil bayiku.
"Bayimu ini haus. Sepertinya, dia cuman minum ASI, soalnya tadi kakak cari nggak ada susu formula di rumah ini. Jadi sebelum pergi biarkan dia menyusu seperti ini dulu," ujar Kak Halimah menjelaskan perbuatannya.
Tanpa sadar, terasa air hangat mengalir di wajahku. 'Aku menangis,' sarkasku mengejek diri sendiri. Bak hati teriris sembilu, hati ini begitu sakit terasa.
Hot Chapters