KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Yauda ayo masuk, hujannya makin lebat,“ ujarku pasrah sambil membuka pagar. Tak mungkin juga kan kuusir dia yang sudah mengantar dan kehujanan karena ikut turun.
.
“Nyaman juga rumahmu, Khai,“ katanya. Aku langsung berdecak.
“Nyaman apanya? Masih acak-acakan gini juga,“ sahutku sambil memindahkan beberapa barang yang masih berada di sofa.
“Kapan-kapan, boleh dong aku nginap di sini?“ ujarnya sambil memainkan alis. Aku sontak mendelik.
“Kamu kira aku ini singel? Aku sudah punya suami, Ric,“ sahutku.
“Iya aku tahu. Istri rasa janda kan?“ ledeknya. Aku mendengkus kasar lalu melangkah menuju dapur.
Bab Populer