Amnesti Sang Eksekutor
"Tapi kau lupa satu hal. Kau mengajariku cara menjadi predator. Dan predator tidak akan pernah puas hanya dengan menjadi peliharaan, seindah apa pun penjara kacanya."
Aku keluar dari ruangan itu, meninggalkan Arkana sendirian di tengah kemewahan yang ia ciptakan dari penderitaanku. Aku berjalan menyusuri koridor yang sunyi, menuju cahaya lampu Jakarta yang menanti di luar sana. Fase Dua mungkin telah membakar nuraniku hingga menjadi abu, namun dari abu itu, aku akan membangun rencanaku sendiri. Jika seluruh hidupku adalah skenario yang ia buat, maka mulai detik ini, aku akan menjadi penulis untuk bab selanjutnya, dan aku akan memastikan akhir ceritanya bukan milik sang algojo.
Hot Chapters