Di Ranjang Majikanku
“Kamu dengar kataku, Sayang. Jangan buat aku ulangi.”
Binar menuruti perintah itu.
Dia menggigit bibir bawahnya. Wajahnya memerah, tapi ada api hasrat yang menyala di matanya. Dengan perlahan, dia menurunkan tubuh ke lantai, berlutut di atas karpet ruang kerja. Tangan kecilnya menyentuh lantai, lalu mulai merangkak dengan gerakan lambat dan menggoda ke arah Bhaga. Pinggulnya bergoyang pelan, piyama sutra tipis yang dikenakannya semakin naik ke atas, memperlihatkan garis bokongnya yang indah.