Kultivator Inti Semesta
Hingga pada suatu hari, cambuk yang ia ayunkan bukan lagi cambuk seorang bocah, melainkan cambuk seorang prajurit yang menantang ribuan musuh.
Hari itu, binatang buas dilepaskan lebih banyak dari sebelumnya. Puluhan serigala berlapis sisik mengitari tubuhnya. Nafas mereka berembus tajam, raungan menggema, mata mereka menyala haus darah. Zanfang kecil tidak mundur. Tangannya gemetar, tubuhnya penuh luka, namun cambuk emasnya menyambar ganas. Setiap ayunan memutus daging, setiap kilatan api membakar bulu dan sisik. Ia dipukul jatuh berkali-kali, tubuhnya diseret di tanah, darahnya mengalir, namun ia selalu bangkit.
ตอนยอดนิยม