Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bertemu di Perancis

Bertemu di Perancis

Tetes-tetes air hujan di awal musim dingin itu terasa semakin dingin menyentuh wajahnya dan mereka berdua hanya terpaku dalam diam. Chrystal menengadahkan wajahnya ke atas, memandang langit malam di atas sana. Jauh di atas sana, di langit yang gelap itu tampak sebuah bintang kecil yang bersinar terang. Hanya ada satu Bintang di atas sana, di antara gelapnya langit yang sunyi. Bintang itu sedang berkelap-kelip memancarkan cahayanya. Masih ada bintang di langit, meskipun ada tetes-tetes air hujan yang sedang jatuh ke bumi. Bintang itu terus berkelap-kelip di antara tetes-tetes air hujan yang dingin ini. Bintang itu hanya sendirian di langit malam yang gelap dan sepi, namun bintang itu seakan s
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai bintang angkasa
Baca
+Pustaka
Langit Merah

Langit Merah

Membentuk pusaran yang mengelilingi mereka dan mereka berdua berada di dalamnya. Rena melompat atau bisa dikatakan terbang ke atas pusaran dimana bagian atasnya terbuka dan menampakkan Hans dan Helen sedang berdiri diantara aliran air yang berputar. Yang membuat Fiona takjub adalah saat Rena melompat dengan kakinya yang mengeluarkan api. Rena terbang di udara dengan kaki yang terbakar. Dia mengingatkan Fiona dengan benda yang terbuat dari logam dan bisa terbang menembus udara menuju angkasa. Tapi Fiona tidak mau memikirkan itu sekarang. Ia terfokus dengan aksi mereka.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai bintang angkasa
Baca
+Pustaka
Gemintang

Gemintang

Bagian paling atas di gedung Sagara ini adalah salah satu tempat favoritnya, apalagi di jam seperti ini—tenang dan sepi. *** Sesampainya disana ternyata tempat itu tak kosong, ada sosok Keenan disana. Ia berdiri di bawah temaram lampu yang memang sengaja ditempatkan di beberapa sudut rooftop. Keenan menengadah dan menatap langit Jakarta yang sama sekali tak menunjukkan satu bintang pun, tatapannya seolah menerawang dan tengah memikirkan sesuatu.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 210 kali sebagai bintang angkasa
Baca
+Pustaka
Ellipsis

Ellipsis

"Huft... kamu ini. Baiklah akan kucari lagi." Zenith lantas memfokuskan indera penglihatannya, membuat lensa matanya berakomodasi berkali-kali lipat tipisnya. Ia mengamati setiap sisi angkasa raya, mencari-cari bintang merah di tengah lebatnya hutan cahaya di sepanjang cakrawala. Lalu pandangannya naik semakin ke atas, coba untuk menjamah bagian lain angkasa raya. Namun, bintang merah itu tak kunjung ia temukan. Pandangannya hanya menangkap konstelasi Crux di selatan dan Ursa Mayor di utara. "Apa bintang itu bagian dari kostelasi?" Albern mengangguk pelan. Pandangannya tetap tertuju pada cahaya bintang yang bertebaran. "Antares..."
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai bintang angkasa
Baca
+Pustaka
Angkasa

Angkasa

Lagipula kemampuan Angkasa tak perlu diragukan lagi, kalau tak ikut tak masalah apalagi mengurangi kepintarannya. Angkasa mengendarai motornya dengan mengebut, tak peduli kalau dirinya baru saja melanggar rambu-rambu lalu lintas. Sedangkan ditempat lain Bintang menangis sesenggukan, ponselnya kini dipegang oleh orang misterius itu. Bintang terjebak disebuah markas yang pencahayaan mataharinya jarang, berdebu dan tentu saja dirinya sesak karena pasukan oksigen di ruangan ini sangat tipis.
85.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai bintang angkasa
Baca
+Pustaka
Bintangku

Bintangku

"Tapi aku–" "Tidak ada yang akan selesai jika kamu bertingkah seperti ini, Lin. Kamu marah karena Kak Kirana terluka, aku tahu! Aku pun marah. Tapi kita berdua sedang dalam keadaan emosi dan tidak akan ada yang selesai jika kita yang memiliki kepala mendidih ini turun tangan. Jadi biarkan mereka yang berkepala dingin yang membereskannya!" ucap Bintang, mencoba menenangkan Adik perempuannya. Lintang yang mendengar itu langsung memejamkan matanya dan berusaha keras meredam amarahnya.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai bintang angkasa
Baca
+Pustaka
Bintang Tenggelam

Bintang Tenggelam

' Gumam ku sambil tersenyum dan terkekeh menatap langit langit kamar ku yang berisi dengan bintang bintang di atap kamar ku. 'kenapa dia se khawatir itu?' Aku hanya bisa tersenyum sendiri dengan memeluk guling dan Juga berusaha memejamkan mata agar bisa tidur kembali. 'Good night Arkan, semoga mimpi indah," *** "Apa? Aishhh...dia begitu arogan dan dingin tapi aslinya dia sangat baik dan menarik," ucap Arkan dengan mengacak acak rambut nya dan tersenyum senyum sendiri di atas ranjang Kasur nya.
9.93.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai bintang angkasa
Baca
+Pustaka
YOU

YOU

dewi Triana.A7710ouroursthuseres
Tes Tes Jika kau merindukan ku pandanglah langit malam, diantara jutaan bintang yang bertabur indah, aku akan disana. "Ti-tidak, Tidak mungkin." Aku akan menjadi bintang bersinar paling terang berbisik rindu padamu. "Ja-jangan, Jangan lakukan itu." Aku tidak akan berpaling darimu, karena pada dasarnya bintang tidak akan pernah meninggalkan langit malam, walau langit malam jatuh cinta pada bulan. DEG DEG DEG Hiks... Hiks... Hiks... Hiks...
9.911.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 280 kali sebagai bintang angkasa
Baca
+Pustaka
Obsesi Liar Kakak Ipar

Obsesi Liar Kakak Ipar

Ia menoleh, menatap Bintang sejenak dengan tatapan yang terasa begitu asing dan berjarak. ​"Jangan banyak tanya dulu, Bintang. Aku lelah," jawab Angkasa pendek. Suara baritonnya terdengar dingin, datar, dan tanpa intonasi hangat yang biasa ia gunakan. ​DEG.
1019.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 661 kali sebagai bintang angkasa
Baca
+Pustaka
Bunga Biru

Bunga Biru

Cahaya jingga yang tersisa memudar perlahan, meninggalkan warna ungu pucat di langit yang mulai tenang. Di dalam toko bunga, Evelune menutup jendela satu per satu. Udara malam yang lebih dingin mulai masuk, membawa aroma laut yang lebih tajam dari siang tadi. Alira sedang mematikan lampu di sudut ruangan ketika ia berkata pelan, “Kalau dia benar-benar kembali besok, kau akan melakukan apa?” Evelune berhenti sejenak di depan meja kerja.
10664 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai bintang angkasa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status