Derita Istri yang Difitnah Mandul
Dia tak sabar menunggu kelahiran si buah hati yang nanti akan membuat keluarga ini makin bahagia.
Intan tersenyum mengusap perut buncitnya sambil duduk di pinggir kasur. "Terima kasih, ya, Sayang. Kamu sudah hadir di perut Mama. Kehadiranmu sangat berarti buat Mama. Kamu yang berjasa buat Mama. Semenjak adanya kamu, hidup Mama semakin bahagia. Mama jadi nggak sabar pengin lihat kamu cepat-cepat besar dan lahir ke dunia ini. Kehadiran kamu nanti nggak hanya disambut sama Mama dan Papa, tapi juga sama eyang putri, onty-onty yang baik, mereka semua akan sangat menyayangimu, Nak." Intan mengajak bayinya bicara dan dia tertawa kala merasakan perutnya bergerak-gerak, bayinya meresponsnya.
Hot Chapters