Menantu Sultan
Kudekap bayiku dengan erat, kuciumi pipinya yang mungil kemerahan,
“Sayangku…maafkan mama enggak bisa jadi orangtua yang baik buat kamu nak, maafkan mama selama ini bikin kamu enggak nyaman dalam perut mama.”
Martha mengusap-usap punggungku dengan lembut, Jalu sendiri berdiri di ujung ranjang sambil menatapku dengan tatapan haru.
“Kita semua belajar jadi orangtua, Citra. Jangan terlalu keras sama dirimu sendiri, yang penting sekarang kamu jangan pernah menyerah dengan hidup. Ada anakmu yang harus kamu rawat sampai besar. Enggak perlu sedih, kamu enggak sendirian. Ada aku.”
Hot Chapters