Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Once in A Blue Moon

Once in A Blue Moon

Bella yang tidak terima ibunya dihina mendorong Pricilla hingga jatuh. Pricilla bangun dengan bantuan pelayannya. Wajahnya membiru, matanya dipenuhi dengan rasa benci. Ia mengeluarkan aura es, ciri khas dari keluarga Duke Gracia. Berbeda dengan Bella yang hanya mempunyai sedikit aura sihir, pricilla dikaruniai bakat sihir sejak kecil. Diumurnya yang ke enam belas tahun, ia sudah bisa membuat pedang zeroz. Zeroz adalah pedang berwarna biru yang terbuat dari aura sihir keluarga Gracia. Pedang itu mampu membuat siapa saja yang terkena berubah menjadi es.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as bitten by moonlight
Read
+Library
Descendant Of Moon Goddess

Descendant Of Moon Goddess

A cold war, I would call it if I was asked anytime to give it a name. Sending cold shivers down the spine of the members of the Blue Moon pack and casting shadows all over the pack like the dreadful tune of the hades. The members of the Blue Moon pack were gradually overwhelmed by their much stronger enemies; the Dragon pack and the Blood Bond pack. Until the Alpha of the pack cried out to the Moon Goddess and I was sent down into a werewolf body by the Moon Goddess to protect and assist him until his kingdom was without enemies.
101.7K viewsOngoingAdded to Library 37 Times as bitten by moonlight
Read
+Library
Bound by the Moon

Bound by the Moon

Kaki-kakinya ingin mundur, tapi ia menanamkan keberanian ke tanah, ke dalam dirinya. “Apa itu... makhluk bayangan?” bisiknya. Orion mengangguk, langkahnya mundur sejengkal. “Dialah yang memelihara luka-luka dunia ini. Yang memberiku kekuatan saat dunia menolakku.” Umbra mendesis, suara yang seperti terbuat dari ribuan suara lain—tangisan, jeritan, bisikan. “Dan sekarang... kau datang, Anak Bulan. Pewaris cahaya dan darah.”
734 viewsOngoingAdded to Library 14 Times as bitten by moonlight
Read
+Library
Cinta Vampir Terakhir

Cinta Vampir Terakhir

Ujung telunjuknya menyentuh sketsa wajah seorang perempuan. Lukas terbelalak. “Ini—” “Mirip dengannya, bukan?” sela Marco. “Apa kamu masih mau bertanya mengapa aku tertarik padanya?” Lukas menggeleng dengan cepat. “Apa kau merasakan sesuatu yang berbeda dari manusia lain pada gadis itu?” Si gondrong tersebut cukup takjub saat melihat Marco menganggukkan kepalanya. “Darah yang mengalir di tubuhnya … aku mencium aroma anggrek bulan di sana.”
1.3K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as bitten by moonlight
Read
+Library
MONSTER

MONSTER

Sampai akhirnya aku dibuat jantungan ketika membuka gerbang rumahku. Disana ada Jenan sedang duduk diatas motornya sambil meminum susu. Susu rasa strawberry. Tapi ada yang menarik perhatianku, yaitu ada luka disudut bibirnya. "Ayok," Ajaknya. Jenan memberiku helm. Iya, helm kemarin. Helm putih milik Alice. "Kenapa nggak bilang kalo mau jemput?" Tanyaku.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as bitten by moonlight
Read
+Library
NIGHTMARE

NIGHTMARE

Namun belum sempat berhasil seketika Irene tersentak ketika merasakan pergelangan tangannya ditarik dengan cepat hingga membuat tubuhnya limbung diatas pemuda itu. Cahaya lampu jalanan kota Hollo menyorot sedikit kedalam mobil. Dari jarak dekat Irene bisa melihat bulu lentik milik sang pemuda, hidungnya begitu simetris dengan bentuk wajah oval. Bibir bawahnya sedikit tebal dengan bibir atas yang tipis berwarna peach, disudut bibirnya terlihat darah segar. Ah, sepertinya bekas pukulan pria hitam tadi.
9.93.0K viewsOngoingAdded to Library 112 Times as bitten by moonlight
Read
+Library
Bisikan Darah Beku

Bisikan Darah Beku

Malam itu datang terlalu cepat. Langit Changan yang biasanya perlahan menggelap, malam itu seolah runtuh sekaligus—tanpa peringatan, tanpa transisi. Bulan terpotong awan kelabu, cahaya bintang tertelan satu per satu, meninggalkan kesan seolah langit sengaja menutup mata. Di paviliun timur, Lin Yuelian terbangun dari tidurnya dengan napas tersengal.
435 viewsOngoingAdded to Library 10 Times as bitten by moonlight
Read
+Library
The Blue Moon Mate (Werewolf Indonesia)

The Blue Moon Mate (Werewolf Indonesia)

Sinar bulan yang bersinar terang tampa bintang, seolah mengatakan kepada Willian bahwa ia juga sendirian, namun tetap bersina tampa gentar. Willian memandangi bulan yang bersinar terang malam ini, saat ini Willian berbaring si sebatang pohon tua yang tumbuh di dekat air terjun. Pohon tua itu memiliki dahan-dahan yang besar dan juga kokoh, yang mampu menampung tubuh Willian di dahannya.
9.623.9K viewsCompletedAdded to Library 787 Times as bitten by moonlight
Read
+Library
Misteri Bulan

Misteri Bulan

Ia menunggu jawaban Bulan dengan hati berdebar. “Aku memang hantu,” jawab Bulan santai. “Apa kamu takut?” “Nggak.” Gantian Agil yang tertawa terbahak-bahak, teringat kecupan lembut dibibirnya. Kecupan yang membuatnya susah tidur. Bulan cantik, senyum dan mata beningnya telah menghipnotis dirinya sejak awal jumpa. “Ngomong-ngomong, apa kamu mengikutiku?”
108.1K viewsCompletedAdded to Library 185 Times as bitten by moonlight
Read
+Library
To The Moon and Back, Only for You

To The Moon and Back, Only for You

Under my dreams I see the other side I am the space of moonlight Under your door And you come to meet me Say you knew me before And when i'm lying by your head You put your body into mine (Gregorian - Dark Side) *** "Kat." "Gabe." Tampak dua sosok yang saling berpandangan dalam ruangan putih itu. Sosok sang wanita terbalut jubah panjang berwarna ungu gelap dan sang pria masih berbalut dengan jubah putihnya. Keduanya berdiri saling berhadapan dengan tangan yang saling bertautan. Senyum tampak terpatri di bibir mereka dan untuk sesaat, dua orang itu saling memandang sosok masing-masing dengan intens. Dua pasang mata itu bergerak-gerak penuh emosi ketika akhirnya pandangan mereka kembali bertem
104.5K viewsCompletedAdded to Library 171 Times as bitten by moonlight
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status