Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Home

Home

"Runa—" Mendadak, panggilan boarding terdengar. Aku mendongak saat menyadari bahwa kami akan segera pulang ke Jakarta. Kerumunan manusia yang sejak tadi menunggu, kini berbondong-bondong untuk memasuki pesawat. Mas Biru mengusap pundakku. "Ayo. Kuat jalan?" pertanyaan yang dia lontarkan langsung kujawab dengan anggukan pelan.
1013.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 427 kali sebagai boarded
Baca
+Pustaka
PARAMOUR

PARAMOUR

“HEY LEE!” Adam melempar sebuah kotak cincin berwarna bronze ke arah Nathan yang menangkapnya dengan sempurna. "Nice catch! Kau melupakan itu!” Nathan tersenyum. “Acaramu tidak akan berjalan tanpa itu!” “Thank You, Kim!” Nathan menggenggam erat kotak berwarna bronze di tangannya dan kembali berlari melewati pintu kaca yang terbuka. Samar ia mendengar teriakan sahabat baiknya itu dari kejauhan.
638 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai boarded
Baca
+Pustaka
HURT

HURT

“Aku kan lebih tua dua tahun darimu. Jadi, pantas dipanggil ‘oppa’, kan?” Ae Ri menggigit bibirnya. Bimbang. Jelas ia tidak mungkin memanggil bosnya dengan nama saja. Apalagi dengan embel-embel oppa di belakangnya. Itu tidak sopan. Namun, tatapan, sikap, dan nada bicara Sung Jae yang mengintimidasi membuat Ae Ri ketar-ketir. Bibir Ae Ri bergerak samar, ingin mengatakan sesuatu. Sementara Sung Jae menunggu apa yang akan dikatakan Ae Ri dengan gemas.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai boarded
Baca
+Pustaka
MOIROE

MOIROE

PACK SETHMOLF Ukiran ini tertera dengan jelas di atas pintu masuk pack, sebagai penanda bahwa ini adalah wilayah teritori yang harus dipatuhi. Isaura sendiri ketika menatap ukiran ini merasa bahwa ingatannya kembali pada masa ketika ia memasuki Arkadia untuk pertama kalinya. Gerbang yang hampir serupa. "Selamat datang kembali di pack tempat kita tumbuh bersama, Isaura." Sambut Neo dengan merentangkan kedua tangannya dengan raut wajah bahagia.
1026.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai boarded
Baca
+Pustaka
Greedy

Greedy

Ketika Bara hendak pergi dari sana, Rey menahannya. "Mau ke mana, Kak?" Rey memegang tangan Bara. "Nggak ke mana-mana, Kok. Di sini aja. Ini mau ada acara apa, ya?" Semua gorden tiba-tiba tertutup. Entah siapa yang mengendalikan remote gordennya. Ruangan menjadi gelap. "Ayolah, jangan bermain-main!" Bara mulai terlihat panik. Para pelayan menutup pintu dengan rapat.
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 209 kali sebagai boarded
Baca
+Pustaka
BERONDONG

BERONDONG

"Sure honey. My time, my body, my love just for you. We will do it till sunset come. I will make you screaming under me" Skor 1-0.
108.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 246 kali sebagai boarded
Baca
+Pustaka
MAWAR

MAWAR

Tanyanya girang. Pelayan itu tersenyum dan mengangguk sopan. "Aku ingin melihat salju. Tadi, tuan Fabio memberikanku kursi roda dan memerintahkan ku menekan tombol itu jika memerlukan bantuan," tunjuk Mawar pada tombol yang tadi dia tekan. Pelayan itu mengangguk, lalu mengatakan sesuatu dalam bahasa jepang kepada para pelayan yang lain.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai boarded
Baca
+Pustaka
RETAK

RETAK

Takut kalau perempuan itu berbuat nekat atau mengurung diri berhari-hari yang menyebabkan dirinya depresi. Dengan sekali tarikan napas. Akhirnya Vitaloka mengangguk mengiakan ajakan Ika. Ika menuntun Vitaloka menuruni anak tangga. Dada Vitaloka bergemuruh hebat melihat betapa banyaknya tamu yang berkumpul. Vitaloka menyelipkan anak rambut ke beakang telinga. Merasa risi ketika di tangga terakhir, tatapan para tamu kini tertuju padanya.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai boarded
Baca
+Pustaka
SEQUOIA

SEQUOIA

Ada-ada saja. "Seneng lo?" tanya Baskara kembali memakan jagungnya yang dari awal belum ganti. Kakinya ia selonjorkan di atas rerumputan peking berduri. Matanya mengikuti arah pandang atensi Joi, tepatnya pada gedung tinggi yang memancarkan bintang. Kalau tidak salah ingat, itu adalah semacam gedung opera yang seringnya mementaskan kompetisi balet. Ya ... kenapa Baskara bisa tahu, mungkin karena dulu mantannya sering ikut kompetisi itu, dan dia yang jadi tukang antar-jemput.
7.52.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai boarded
Baca
+Pustaka
Mémoire

Mémoire

Mereka ada di lantai 20 satu lantai dibawah dokter James yang sekarat, Liam mengaitkan pengait di salah satu tembok dan melempar tiga tali yang ada di ranselnya kebawah l. Shron memasukkan koper kedalam ransel yang dia kenakan di punggungnya, lalu mengaitkan borgol ketali yang akan membawanya turun kebawahnya. "Sampai jumpa dibawah ,Tampan." Sharon mengedip sebelum menapakkan kaki meluncur kebawah, Liam memasukkan prototip kedalam ranselnya dan mengeluarkan borgol bersiap mengikuti Sharon.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai boarded
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status