Calon Ibu Tiri Spesialku
“Ma... rasakan ini,“ bisikku serak, tepat di telinganya.
Aku tidak hanya mengelusnya. Aku mulai meremas bibir bawahnya yang sensitif dengan ritme yang menuntut.
Mama Sarah tersentak, tubuhnya melengkung ke belakang, memberikan akses lebih luas bagi tanganku untuk menjelajah.
Rintihan yang keluar dari mulutnya bukan lagi rintihan takut, melainkan suara pemuasan yang selama ini terpendam di balik topeng istri yang patuh.
“Sebut namaku, Ma... ayo sebut,“ tuntutku, memberikan tekanan lebih dalam pada jemariku. “Jangan anggap aku anakmu. Sebut namaku!“
“Akhhh... R-Radit... jangan... hhh... Radit!“ rintihnya akhirnya.
Suara itu terdengar sangat manis di telingaku. Dia telah mengakui keberadaanku b
Hot Chapters