Dicintai Kakak Ipar
Bik Ina tidak bisa menahan keingintahuannya.
"A-aku, aku sudah me-menodainya, Bik." Erland mengucapkan hal itu dengan berkaca-kaca. Ia menyesal.
Deg ... bagai mendengar petir di siang bolong. Bik Ina terkejut mendengarnya. "Ke-kenapa Aden melakukan perbuatan senista ini, Den. Kalau nyonya Arumi tahu semua ini, pasti sangat kecewa dengan Aden. Aden selalu menjaga pergaulan Aden, kenapa ini sampai terjadi. Siapa yang tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya, maka dia tidak bisa mengendalikan pikirannya (Ali bin Abi Thalib) Aden juga pernah mendengar pengajaran itu dari Mama Aden juga guru ngaji keluarga Aden 'kan? Aden seharusnya bisa berpikir jernih dan mengenyahkan amarah Aden." Bik Ina sangat