Dekapan Mantan Majikan
ucap Bayu dengan suara keras, seolah-olah memastikan seluruh temannya mendengar dengan jelas, "dia ... dia ini pembantu di rumah ibuku di kampung. Disuruh Ibu periksa papan bunga yang dipesan buat foto wisuda nanti, eh …, malah ikut-ikutan ke tempat wisudaku sambil bawa bunga."
Seketika senyum menghilang dari wajah Miranda, kini dia merasa bahwa bumi di bawah kaki Miranda rasanya runtuh seketika dan dia terperosok ke dalam lubang dalam yang tidak berujung. Lantai keramik yang dingin yang menembus sol sepatu lusuhnya kini bisa dia rasakan dengan jelas.
“Oh … pembantu. Pantesan kumal begitu, mana mungkin anak orang kaya punya kenalan begini,” celetuk Leni.