I Love You My Teacher
Ia memelukku dari belakang, posisiku memunggunginya.
"Kamu kenapa, Sayang?" Suara seraknya terdengar lirih di telinga.
Aku masih saja terisak, menahan lelehan air mata yang tumpah ruah, juga rasa sakit yang kian mendera. Aku berbalik, menenggelamkan wajahku pada dadanya. Nyaman.
"Masih sakit, ya?"
Aku bergeming. Entah harus kujawab apa, aku sendiri tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada diriku. Apa aku keguguran? Ya Allah, semoga saja bukan, itu hanya darah haid.
Hot Chapters