TUKAR RANJANG
Mereka memerhatikan Karin dan Adam yang sibuk lalu-lalang menyambut para tamu, hingga tak menyadari kehadiran mereka.
"Kamu juga berhak bahagia, Na. Beri aku kesempatan untuk terus berusaha. Aku yakin kita bisa jadi keluarga utuh seperti Karin dan Adam." Sejenak Baim mengecup puncak kepala Nana.
"Aku udah bahagia, Mas!" Nana memejamkan mata, setetes cairan bening luruh dari pelupuknya. "Kalau boleh aku tanya, di antara aku dan Mbak Karin, siapa yang lebih Mas cinta?"