Sabtu Malam Lisa
kau takut.
Lalu ekor matanya menangkap sesuatu berkelebat, merayap dan beringsut dengan cepat ke celah pintu menuju ruang makan. Ia masih takut, tapi kali ini ada sedikit keberanian yang membuatnya segera bergerak untuk melakukan sesuatu. Ia membuka lemari peralatan di atas kepalanya dan mencari-cari sesuatu untuk membela diri, yang lebih aman dari pisau tapi tetap bisa membuat seseorang terkapar; ia menggapai sebuah kandelabra. Ia lalu menuju ruang makan perlahan, kandelabra ia acungkan terbalik, menghunus pantat besinya yang berat dan padat. Ia memberanikan diri, meski sebenarnya, dalam hati kecilnya, ia tahu keberanian itu hanyalah rasa takut; seperti kata-kata dalam bisikan itu, rasa ta
인기 회차