Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Selubung Memori

Selubung Memori

“Tidak. Harus hemat. Lebih baik kugunakan memantau keadaan seperti ini daripada lihat wajah Lavi. Lavi mungkin bakal protes, tapi sebenarnya dia mengerti. Kita tidak tahu jalur ke depan bakal tetap lancar atau tidak.” Pohon pisang itu ada di dekat ketinggian tanah berbeda. Aku bisa merasakan di balik pohon pisang itu hanya ada kemiringan tanah turun. Agak berbahaya bila kami mendekat, tetapi aku meminta kunang-kunang menyinari pohon pisang itu—sehingga kami bisa melihat kemiringan tanah ke bawah. Reila dan aku—entah bagaimana mulai mendekat—seolah penasaran.
1019.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 579 kali sebagai buah tidak jauh dari pohonnya
Baca
+Pustaka
Duchess : Terlahir Kembali Demi Dendam

Duchess : Terlahir Kembali Demi Dendam

BUGH! Rad menghantam pohon yang ada di samping kepala Bree dengan tangannya. Bree tidak melihat karena matanya tidak memutuskan kontak dari mata Rad, tapi pohon itu sedikit retak, dan menggugurkan sisa daunnya yang yang tidak terlalu banyak. “Lupakan itu! Tidak bisakah kau bicara tanpa membawa hal itu?!” Rad tidak ingin Bree fokus pada hal itu. “Kenapa tidak bisa? Kenapa aku tidak boleh bicara mengenai itu?” Bree kembali menyeringai.
9.538.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai buah tidak jauh dari pohonnya
Baca
+Pustaka
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

Karena tertutup oleh pohon-pohon besar yang menutupi jalan yang mereka lalui pada saat ini. Beberapa pohon besar yang berjajar di pinggir jalan setapak yang mereka lalui, bahkan sudah berlumut, menandakan bahwa ada bagian dari pohon tersebut yang sama sekali tidak terkena matahari sehingga lumut tumbuh di batang pohon yang besar itu. “Vit, ko gue jadi merinding gini. Padet banget ini vegetasinya, ” Kata Icha yang bergidik ketika berjalan mengikuti Vito yang berada di depan.
9.8683.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14.4K kali sebagai buah tidak jauh dari pohonnya
Tampilkan Ulasan (174)
Baca
+Pustaka
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Baca Semua Ulasan
Istri Mungil Dosen Tengil

Istri Mungil Dosen Tengil

Tapi tetap terlihat segar. Panti itu lokasinya sedikit jauh dari pemukiman. Masih asri. Di pojok halaman luas, ada pohon yang rindang. Tidak jauh darinya, ada bunga hasil tanaman suster Sahara dan para anak-anak panti. Mobil terparkir rapi di tepi jalanan.
1025.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 992 kali sebagai buah tidak jauh dari pohonnya
Baca
+Pustaka
Sang Pemilik Takdir Langit dan Tujuh Wanitanya yang Cantik

Sang Pemilik Takdir Langit dan Tujuh Wanitanya yang Cantik

jelas Shan Shan yakin. "Lalu kenapa kita tidak mendekat untuk mencari pohon itu?" tanya Tian Zhi kembali. "Itu tidak bisa dilakukan karena pohon apel hitam akan melarikan diri jika ada yang mendekat radius lima meter dari posisinya. Yang harus dilakukan adalah menemukan posisi letaknya, barulah saat kita telah menemukannya maka kita perlu mengikatnya dengan tali pengekang jiwa," jawab Li Ke.
1016.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 595 kali sebagai buah tidak jauh dari pohonnya
Baca
+Pustaka
Legenda Penguasa Kegelapan dan Es

Legenda Penguasa Kegelapan dan Es

Perasaan yang disajikan alam fana seperti sedikit suram dengan tekanan yang membuat tidak nyaman. Xinyi mengamati sekitar dengan ke ingin tahuan "Ini di mana?" Selain padang rumput, dikejauhan dia hanya melihat deretan pohon yang tinggi dan bercabang banyak. Pohon itu penuh dengan kehidupan, karena telah menyerap Qi langit dan bumi.
1037.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 934 kali sebagai buah tidak jauh dari pohonnya
Baca
+Pustaka
SEHARUSNYA KAU IKUT MATI

SEHARUSNYA KAU IKUT MATI

kata Bu Cucu sambil menunjuk ke arah pohon besar yang menjulang tinggi tak jauh dari tempat kita berdiri sekarang. Sebuah pohon dengan akar-akarnya yang besar, bahkan beberapa akar yang berada di tanah pun mencuat ke atas. Sebuah pohon yang sangat rindang, batang pohonnya dipenuhi oleh lumut-lumut hijau yang memperlihatkan bahwa umurnya sudah sangat tua. “Ucok, nanti jagain mereka dulu ya, Ibu mau cek sesuatu dulu!” kata Bu Cucu dengan nada yang lembut dan sedikit senyuman yang keluar dari wajahnya.
1027.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 887 kali sebagai buah tidak jauh dari pohonnya
Baca
+Pustaka
Suami Dibuang Sayang

Suami Dibuang Sayang

Dia berkata sambil menegak anggur, "Kamu bisa mengajar. Kamu bisa mengajar." Jika ada orang lain yang melihatnya, dia pasti melihat seorang pria tua yang sedang mabuk duduk di batang pohon. Sebetulnya pria tua itu tidak sedang bersandar ke akar pohon. Malah badannya jauh dari akar pohon. Jika orang lain itu melihatnya dengan seksama, dia akan terkejut. Jarak tubuh pria tua itu dan akar pohon hanya berjarak sebatas rambut. Bahkan kurang!
8.82.5M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62.9K kali sebagai buah tidak jauh dari pohonnya
Tampilkan Ulasan (474)
Baca
+Pustaka
Rafa Khan
aslinya bagus ceritanya, tapi tambah kesini tambah gak jelas. banyak tokoh baru yang bermunculan, ceritanya jadi bias. yang paling lucu kamatian buah ginseng, marcus yang sudah mati malah dihidupkan lagi sam buah ginseng. cameron sebagai kepala keluarga Fu seperti tidak punya kekuatan apapun. ......
Agus Irawan
Hai teman-teman semuanya, Izin promosi. yuuklah pada mampir ke Novelku. judul" Jebakan Gairah Sekretaris Muda" semoga bisa sedikit menghibur kalian, jangan lupa subscribe, dan baca tanpa skip. terima kasih
Baca Semua Ulasan
Kencan Buta CEO Tampan

Kencan Buta CEO Tampan

“Kayaknya lebih seru kamu minta Papa petik sendiri deh. Banyak banget yang matang buah yang lain.” “Aku pengen lihat salaknya, Mas. Tapi katanya masih lama untuk berbuah. Itu juga aku mau lihat kurma biar bisa berbuah.” “Aku agak kurang setuju kamu tanam itu, sayang.” “Kurma itu bagus banget, Mas.” “Bukan soal buahnya, tapi pohonnya mepet. Ada tetangga, nanti kalau tumbang ke sebelah gimana?”
3.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai buah tidak jauh dari pohonnya
Baca
+Pustaka
Jungle Love

Jungle Love

Seumur-umur gadis itu tidak pernah memanjat pohon! "Tidak terlalu tinggi kok, Bu," kata Abdi lagi coba menenangkan. "Saya lihat cabang-cabang di bawah juga dekat-dekat, jadi seharusnya tidak terlalu sulit buat kita untuk turun ke bawah."
1016.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 572 kali sebagai buah tidak jauh dari pohonnya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status