Hamil anak siapa?
Keadaan bisa saja berubah drastis, siapkah dirinya?
Angin sore pukul lima begitu bertiup cukup kencang, membuat buket bunga mawar warna putih yang dipegang Arkana sejak tadi bergerak-gerak. Jemari Arkana memegang erat, kedua mata menatap lekat ke kelopak mawar putih. Ia sengaja membeli itu untuk Nadia, karena putrinya cantik dan bersih seperti mawar itu, menurutnya.
Nadia berhenti melangkah, Risa berjongkok di sebelah sang putri. "Nadia, kalau Bunda selama ini berbohong sama kamu, apa kamu maafin Bunda?"