Embun Cinta
Jubah abu-abunya melambai-lambai tersapu angin.
“Perkenalkan namaku Permata, Danu! Gadis yang pernah kau temui ketika kau masih berada di atas pohon, bersama dengan Diana dan satu lagi temanku!” kata sosok itu yang ternyata adalah Pertama.
“Oh, aku ingat!” Danu mengulurkan senyum.
“Aduh...” Terdengar suara ringikan tidak jauh dari mereka berdua.
“Bangsat! Sudah kuberi kau hidup, malah apa yang akan kamu lakukan?” Danu beranjak mendekati Baung yang tengah kesakitan.