Yang Tidak Pernah Sampai
“Lo sama gue dapat jadwal dan tempat UTBK yang sama, eh–malah keterima di kampus yang sama, jurusan yang sama pula! Kayaknya, doa gue buat ga ketemu sama lo lagi, malah ga dikabulin.”
“Doa lo jahat banget–Raffa anjir kenapa malah ke kiri, woi!!” ucap pemuda itu yang ujung-ujungnya malah histeris. Kedua matanya sempat melirik ke layar laptop untuk melihat ekspresi gadis itu, tapi di akhir kalimat, matanya kembali terpaku pada ponselnya.
“Gue sebenarnya malu ketemu lo, tau!” balas gadis itu lugas, “Untung sekarang ketemuannya masih versi virtual, jadi gue ga malu-malu amat, lah.”
Bab Populer