Dewi Medis Kesayangan Kaisar
Di sampingnya, buku bersampul biru yang dia lihat itu masih ada.
"Ah …, buku tentang wanita itu, apakah benar-benar buku tentang wanita?"
Dia menariknya tanpa suara, lalu membuka sembarang halaman, dia menyinarinya dengan api kecil. Beberapa detik kemudian, dia malah memasang ekspresi mau mual. Lalu dengan cepat mengembalikan buku itu ke tempatnya.
"Sial! Itu bukan hanya buku tentang wanita! Itu buku yang hanya bisa dibaca oleh wanita!"