My Game Boyfriend
Bab 101
Cahaya matahari pagi menyelinap lembut lewat celah gorden jendela, menyentuh permukaan meja kayu yang masih tertata rapi dengan buku catatan biru muda, selembar daftar rencana yang baru saja mereka buat kemarin, dan sisa kotak kenangan yang belum sempat disimpan kembali. Melati terbangun lebih awal dari biasanya, tubuhnya terasa lebih segar dibandingkan hari-hari sebelumnya, seolah beban samar yang selama ini ia gendong perlahan luruh digantikan oleh semangat baru. Ia berbaring diam sejenak, menatap wajah Arthur yang masih terlelap damai di sebelahnya, lalu perlahan meletakkan telapak tangannya di atas perutnya.