Pembantu Rasa Nyonya
"Maafkan Wisnu, Pi. Gara-gara bertanya, justru membuat Mama salah paham."
"Tidaklah, Wis. Mama kamu kan tidak seperti itu. Dia mengerti, kok. Cuma lagi sensitif karena periode bulanan," sahut Papi sambi membuka kabinet di bawah meja. Dia mengeluarkan beberapa buku tebal dan menyerahkan kepadaku.
"Ini baca. Nanti kita sharing tentang apa isi buku ini."
Aku mengambilnya dan membaca judul-judul yang tertera. Semua tentang kehidupan. Dan yang membuatku tersenyum lebar, buku yang paling tebal tentang wanita.