Suamiku, Aku Tak Sudi Mengejarmu Lagi!
Suara tawa kecil putranya terdengar samar, menyelinap masuk ke dalam ritme kesibukan mereka di dapur.
Bibi Rara sesekali bersenandung lagu lama sambil mengulek bumbu di cobek batu, aroma serai, lengkuas, dan bawang putih tercium harum, membumbui udara dengan kenangan masa kecil yang sederhana. Nafeeza meliriknya, merasa bersyukur tak terhingga memiliki sosok seperti Bibi Rara di rumah ini, penjaga kehangatan, penjaga rahasia, penjaga semangat.
“Aku masih deg-degan, Bi,” lirih Nafeeza, sambil memotong kentang tipis-tipis untuk digoreng.
ตอนยอดนิยม