Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Putri Bunga Bangkai

Putri Bunga Bangkai

Beruntung rumah sederhana itu selesai didirikan sebelum malam tiba. Kini Adolf dibantu ibunya memanggang hewan buruannya sebagai santapan makan malam mereka. "Maaf, Tuan Putri, kami tidak bisa memberikan hidangan mewah seperti yang selalu tersaji di istana," kata Miya meminta maaf.
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai bunda montok
Baca
+Pustaka
SUAMIKU SEDINGIN GUNUNG ES

SUAMIKU SEDINGIN GUNUNG ES

ucap Jihye sesaat setelah menenggak air mineral di lemari es. "Kenapa kau ingin ke sana?" "Tempatnya indah, 'kan? Di sana seperti Santorini versi lokal." "Baiklah, terserah Nyonya saja, nanti setelah pekerjaan di sini beres kita akan bulan madu atau baby moon ke Santorini yang sesungguhnya, ok? ***
107.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 270 kali sebagai bunda montok
Baca
+Pustaka
Mata Ketiga Manda

Mata Ketiga Manda

Lalu ia pun mulai berkata, “Benar-benar keterlaluan kau ini! Ini adalah hal penting dan kau bahkan tidak tau apapun! Dengar Nona Anderson, kita akan pergi ke bendungan Niagara sekarang!” “Apa? Aku yang bodoh atau Colin yang aneh? Katanya ada pekerjaan penting, tapi kenapa malah mengajakku ke bendungan Niagara? Jangan-jangan dia akan bunuh diri karna putus asa dengan hidupnya yang tidak bahagia.” Asumsi liar Manda dalam hati. “Um ... tapi Pak, apa yang akan kita lakukan di sana?” tanya Manda dengan bingung. “Menenggelamkanmu di sana! Ya sudah pasti ada pekerjaan Manda! Aku tidak punya waktu untuk menjelaskan lagi padamu sekarang. Jadi diamlah dan kau akan tau ketika kita sampai di sana!”
967 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai bunda montok
Baca
+Pustaka
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

Tak lama kemudian, rombongan kecil kami—aku, Bondut yang masih mengagumi tombak barunya, Bonaga, dan Mora (Butet)—berjalan menembus rimbunnya pohon pinus menuju lereng belakang. Bonaga berjalan paling depan dengan langkah sok tahu. "Tepat di depan sana, Bos! Dulu aku sempat menanam beberapa biji gandum saat musim panen terakhir..." ujarnya penuh percaya diri, seolah-olah dia adalah petani teladan. "Pada akhirnya tidak ada yang tumbuh, dan sekarang tampaknya tempat itu sudah menjadi sebuah padang rumput yang tinggi... Bahkan mungkin lebih tinggi dari tubuh kita.."
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai bunda montok
Baca
+Pustaka
Taring Putih Dari Barat

Taring Putih Dari Barat

langit sudah makin gelap, siang sudah benar-benar berganti menjadi malam. Suatu tempat di area pegunungan. Sosok besar yang kini sudah tampak samar-samar mulai berjalan dengan perlahan. Sosok besar itu merupakan monster yang diyakini sebagai makhluk penjaga gunung. Itu adalah monster balang! (ps: balang sendiri adalah bahasa minang untuk belang, yaitu corak yang ada di tubuh harimau)
9.973.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai bunda montok
Tampilkan Ulasan (17)
Baca
+Pustaka
Ampas tahu
Saya sarankan para pembaca sekalian membaca novel ini menggunakan koin bonus atau lewat iklan saja untuk coba-coba. Agar kalian tidak merasa dirugikan saat tahu bahwa novel saya tidak sesuai dengan apa yang kalian suka. terimakasih semuanya !!!
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
MADU Titipan

MADU Titipan

Kain itu melilit tubuhnya dengan tonjolan besar yang bergerak-gerak. Tangan Mas Kamal memegang botol susu dan menjinjing satu tas besar bergambar beruang. Mungkin isi tas itu adalah pakaian-pakaian bayi. Mendengar kata bayi, aku pun kembali ke arah pintu luar. Aku ingin tahu. "Bosku membawakan Mawar,” katanya. Aku ingat, Mawar memang katanya dititipkan pada Mas Kamal. Ya, yang namanya titipan pasti suatu saat akan kembali atau diambil oleh pemiliknya.
8.77.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 195 kali sebagai bunda montok
Baca
+Pustaka
Sasakala

Sasakala

Bab 3 Apa aku harus mencari cerita lain ? Untuk memberikanku cinta yang tak tuntas darimu 25 Agustus 2007, Nyimas bermain kumbang di teras rumahnya. Menemani ibu yang sedang menyiram bunga kamboja. Tak berapa lama, kumbang itu terbang terusik tangan gadis kecil itu. Nyimas beralih ke bunga kamboja. Diambilnya daun-daun jatuh dari bunga kamboja mengikuti langkah ibunya. Nyimas berjongkok melihat bunga kamboja yang mulai mekar. Warnanya putih, merah dan kombinasi keduanya. Sudah 10 tahun Ibu Nyimas merawat bunga kamboja, dimulai dari satu biji kamboja yang diberikan ayahnya. Sekarang sudah 4 pohon kamboja.
9.82.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai bunda montok
Baca
+Pustaka
Janda Muda (Indonesia)

Janda Muda (Indonesia)

"Buaya itu makhluk paling setia, Mel!" "Setiap tikungan ada?" Miranti tak mau kalah nimbrung. "Jalanan dong, Mir. Selalu ada tikungan!" "Iya, dan jalanan itu kayaknya sedang menghampiriku!" balas Miranti yang mulai kesengsem ketika melihat Saga memasuki pintu kantin. Semua mata tertuju padanya terutama mata para gadis yang memerhatikan bos mereka dengan pikiran kotor. "Lihatlah pangeranku, Fin. Kamu tidak ada apa-apanya dibanding dia."
9.9143.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.4K kali sebagai bunda montok
Baca
+Pustaka
Obsesi Liar CEO

Obsesi Liar CEO

ujar Marvel saat mereka mulai menaiki tangga menuju Montmartre. "Montmartre merupakan sebuah bukit (butte Montmartre) setinggi 130 meter, memberikan namanya pada distrik sekitarnya, di utara Paris di arondisemen ke-18, bagian dari Tepi Kanan, Montmartre dikenal karena Basilica of the Sacré Cœur berkubah putih di puncaknya dan sebagai distrik klub malam. Gereja lain yang lebih tua di bukit ini adalah Saint Pierre de Montmartre, yang dianggap sebagai lokasi di mana perintah pendeta Jesuit ditetapkan. Banyak seniman yang mendirikan studio atau bekerja di sekitar komunitas Montmartre seperti Salvador Dalí, Modigliani, Claude Monet, Pablo Picasso dan Vincent van Gogh."
1047.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 949 kali sebagai bunda montok
Baca
+Pustaka
SUNAN ZUNUNGGA

SUNAN ZUNUNGGA

“Maaf, aku ada pekerjaan yang belum selesai. Kalian lanjut saja.” “Eh, Nanzu, kita ini sedang mengikuti Biak Peri, kita berburu mencari makhluk mistik pendamping, bukan untuk bermain rumah-rumahan!” “Hahahaha…” Ucapan ketus Bading diikuti tawa terbahak dari anggota lainnya. Anehnya, Sunan Zunungga malah ikut tersenyum. Beberapa jam kemudian.
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai bunda montok
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status