BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR
Tak lama kemudian, rombongan kecil kami—aku, Bondut yang masih mengagumi tombak barunya, Bonaga, dan Mora (Butet)—berjalan menembus rimbunnya pohon pinus menuju lereng belakang.
Bonaga berjalan paling depan dengan langkah sok tahu. "Tepat di depan sana, Bos! Dulu aku sempat menanam beberapa biji gandum saat musim panen terakhir..." ujarnya penuh percaya diri, seolah-olah dia adalah petani teladan.
"Pada akhirnya tidak ada yang tumbuh, dan sekarang tampaknya tempat itu sudah menjadi sebuah padang rumput yang tinggi... Bahkan mungkin lebih tinggi dari tubuh kita.."