Petaka Mendua
Aku pun membawakan makanan, serta minuman yang tersedia di dapur, untuk menyuguhkan ke mereka berdua.
Kemudian ikut duduk, diantara mereka, yang berbincang-bincang, begitu ramah.
"Bagaimana kabar toko? Suf," tanya Ustadzah, yang kini kupanggil Bunda.
"Alhamdulillah, lumayan, Bun."
"Sukurlah, nak. Jangan lupa untuk bersedekah, ya!" ucap Bunda, mengingatkan.
Mas Alif mengangguk, tanda mengiyakan saran Bunda.
Hot Chapters