Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bayi Telantar di Rumah Sakit

Bayi Telantar di Rumah Sakit

Lalu mereka lunch bebek goreng di Restoran Bebek Tepi Sawah dengan view sawah dan nuansa tradisional Bali yang kental. Setelah itu mereka mengunjungi Monkey Forest yang menawarkan panorama hutan belantara, tempat berkumpulnya koloni ratusan monyet ekor panjang. Sebelum kembali ke hotel mereka mampir shopping ke Seminyak untuk membeli cinderamata sebagai oleh-oleh. Meidina membelikan ketiga anaknya dan Jasmine baju Bali serta membeli kue pie susu. Rasanya kebahagiaan Meidina lengkap sudah. Setelah badai yang datang silih berganti dalam hidupnya. Kini Meidina bisa menikmati pelangi yang berwarna indah. Tamat
3.2K viewsCompletedAdded to Library 63 Times as bunda montok
Read
+Library
Suamiku Jadul

Suamiku Jadul

Aku lalu naik ke punggung Bang Parlin, kami terus naik ke atas. Kejutan lagi, tiba di puncak bukit itu ada pondok, kejutannya adalah Ucok dan Butet ada di pondok tersebut. "Mamak!" teriak Butet seraya merentangkan tangan. Aku pun memeluk dua anakku tersebut. "Dari mana dana buat ini, Bang?" tanyaku kemudian. "Hasil penjualan si Niyet," jawab Bang Parlin. Dari pondok tersebut bisa menatap seluruh kebun sawit, sungai yang berkelok-kelok. Indah memang pemandangan dari bukit ini.
9.8583.1K viewsCompletedAdded to Library 15.2K Times as bunda montok
Show Reviews (66)
Read
+Library
Kiki Sulandari
Semoga sajq kakaknya Nia bisa lebih mengendalikan kata katanya.... Waaah,bang Parlin sudah jngin berikan adik pada si butet Sari Sabar ya bang Parlin,tunggu sampai butet Sari berusia 1,5 tahun.........
Larose
suka sama ceritanya,ttg kehidupan sehari² yg bisa diambil pelajarannya dgn segala kelebihan dan kekurangan mereka,walaupun g yakin jg didunia nyata akan ada orang sepositif keluarga ParliNia,komennya jg bikin ngakak krn terbagi menjadi 2 kubu hahaha,good job Thor buat ceritanya ......🫰🏻
Read All Reviews
Janda Kembang

Janda Kembang

Bulek Sumiati mengelus punggung Saraswati. "Tidak, Bude! Mak e tidak meninggal, dia tidak meninggal, Bude!" Adiknya Saraswati yang bernama Bayu mendekatinya, dia merangkul kakaknya sambil menangis, "Mbak Saras, Emak sudah meninggal. Mbak Saras, jangan seperti ini, kasian E mak, Mbak!"
106.3K viewsCompletedAdded to Library 215 Times as bunda montok
Read
+Library
Warisan Pacar 3 Bulan

Warisan Pacar 3 Bulan

Membuat vila itu sangat berisik, untung mereka tidak punya tetangga lain. “Arrggghhhhh!!!!” jerit Monika, tangannya langsung mengangkat kembali bajunya menutupi asetnya “Om ga boleh lihat!!” “Om mesum*!!” “Papa balik badan!!” "tuh kan om modus!!"
1011.2K viewsCompletedAdded to Library 415 Times as bunda montok
Read
+Library
Mainan Baru Tuan Montevista

Mainan Baru Tuan Montevista

kataku bangga. “Aku masih butuh manajer yang andal untuk tim baking ini,” kataku pada Raka dan Mia. “Bisnis online di bawah naungan Montevista akan sangat besar. Kalian tahu kan, bagaimana cara mengelola inventaris rempah-rempahku?” Mia dan Raka tertawa lebar, air mata kelegaan tampak di mata mereka. “Aku dan Raka akan segera menyiapkan resume kami, Nyonya Montevista.”
103.3K viewsCompletedAdded to Library 109 Times as bunda montok
Read
+Library
The Calendula

The Calendula

Tiffany juga mengingat saat bertengkar dengan Zea Anastasia, gadis yang saat ini di Meksiko, mendapatkan beasiswa S2. Tiffany menatap pemandangan yang berada di hadapannya. Terlihat Bukit Serelo, sebuah bangunan tinggi yang berbentuk ramping. Sebuah monumen yang sangat unik dan tiada duanya di dunia, dan juga menjadi simbol Kota Ini. Di sini jugalah terdapat pelatihan gajah Sumatra dan dapat dijadikan sarana untuk rock climbing.
107.0K viewsCompletedAdded to Library 243 Times as bunda montok
Read
+Library
Petaka Mendua

Petaka Mendua

Aku pun membawakan makanan, serta minuman yang tersedia di dapur, untuk menyuguhkan ke mereka berdua. Kemudian ikut duduk, diantara mereka, yang berbincang-bincang, begitu ramah. "Bagaimana kabar toko? Suf," tanya Ustadzah, yang kini kupanggil Bunda. "Alhamdulillah, lumayan, Bun." "Sukurlah, nak. Jangan lupa untuk bersedekah, ya!" ucap Bunda, mengingatkan. Mas Alif mengangguk, tanda mengiyakan saran Bunda.
10100.3K viewsCompletedAdded to Library 3.0K Times as bunda montok
Read
+Library
Ranjang Ternoda

Ranjang Ternoda

‘Bu, saya sudah sampai di apartement’ Reina mengirimkan pesan kepada Winda yang segera mendapatkan balasan agar Reina menunggu di lobby. Tak lama menunggu, Winda keluar dari lift menyambut kedatangannya membawa seorang bayi berusia 7 bulan, cantik dan manis serta tersenyum padanya. “Halo! Mbak Reina ya,” sapanya. “Iya, Bu. Saya Reina.” “Mari Mbak, langsung naik saja ke atas. Maaf banget ya, aku tadi habis memandikan Tacha dulu.”
103.9K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as bunda montok
Read
+Library
Pemuas Nafsu Tuan Muda

Pemuas Nafsu Tuan Muda

Mata Nada tak bisa lepas dari pemandangan itu, seakan ada kekuatan alam yang memanggil mereka untuk datang lebih dekat. Daffa melirik ke arah yang ditunjuk Nada, lalu tersenyum lebar. “Iya, itu Bukit Pringombo, salah satu tempat yang nggak banyak orang tahu. Kita akan mendekat ke sana,” jawab Daffa dengan penuh semangat. Tangannya menggenggam kemudi dengan erat, dan mobil melaju lebih cepat menuju jalan yang semakin menanjak. Sesekali jalanan itu berkelok tajam, namun Jeep mereka dengan lincah melewatinya.
7.3549.8K viewsCompletedAdded to Library 13.2K Times as bunda montok
Show Reviews (40)
Read
+Library
prigi store
Izin promosi ya kak, buat yang suka genre Romance + Action + Werewolf & Secret Baby, mampir ke judul 'Anak Rahasia Sang Alpha' di GoodNovel ya. Lagi seru-serunya bab 170 lebih nih kak. Mksh yang sdh mau mampir.
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Read All Reviews
PESUGIHAN LEMBAH MONYET

PESUGIHAN LEMBAH MONYET

tanya Mario pelan sambil menunduk dan menyembah pada makhluk iblis itu. "Hahaha ... Aku tidak membutuhkan ucapan terima kasih darimu. Yang harus kamu lakukan adalah sesuai dengan perjanjianmu padaku di Lembah Monyet. Ingat! Satu tumbal setiap malam bulan purnama di Bulan Suro. Jika sampai tidak memberikan tumbal, maka kamu atau istrimu yang akan menggantikannya. Jangan coba-coba membangkan kalau kamu dan keluargamu masih ingin hidup dan mati dengan tenang!" ancaman makhluk itu membuat tubuh Mario juga gemetar ketakutan. Terlebih Indah dan Angga. Keduanya langsung teringat pada Ranti. Seketika Indah menangis mengingat jika Ranti adalah tumbal pertama yang diberikan oleh suaminya pada makhluk
102.7K viewsOngoingAdded to Library 95 Times as bunda montok
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status