Dihamili Suami Saudara Kembarku
Tangannya yang tadi pagi diperban oleh Valeria sudah mengering, tapi nyeri itu tetap terasa — bukan dari luka fisik, melainkan dari pikiran yang tidak berhenti berputar.
Ia menatap jalan di depannya dengan tatapan kosong, sampai matanya menangkap sesuatu di sisi kanan jalan, sebuah toko bunga besar, dengan etalase kaca yang dipenuhi warna-warna cerah — mawar merah, putih, dan kuning, semuanya disusun dalam bentuk buket indah. Di atas pintu kaca bertuliskan “Maison de Fleur – Love Speaks in Petals”.