Bukan Bunga Bakung
ngotot Retno mengucapkan kalimatnya.
“Aku mau membantah formula kamu, selain juga teringat kata si Bung pada putranya. Kata beliau, dalam buku yang ditulis putranya. “Mas Tok, kalau kamu suka perempuan, cium aja dia. Karena setelah itu hanya ada dua kemungkinan. Kamu ditampar atau kamu diajak pacaran besoknya,” gitu cah ayu dan yang terakhir yang aku tunggu.
Retno pun kaget. Tapi tak bisa apa-apa selain memukul perut Ranu, lalu melambaikan tangannya ke arah Diandra, serta mengajak mereka makan soto mie Bogor yang kesohor di kampusnya itu.**