Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bittersweet

Bittersweet

Ia tak bisa hidup sehari tanpa snack. Malam ini terasa sangat indah bagi Nandara tetapi, tidak bagi Gara. Sudah berkali-kali ia menelfon sahabatnya itu namun tak kunjung diangkat juga. Ia marah pada Nandara atas semua pesanan pizza tersebut. "Aishhh rugi bandar nihh guee hari ini!! besok gue harus beli bensin pake apaa"gumam Gara sambil terus mencoba menelfon Nandara.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as buzzed
Read
+Library
Miss Lazy

Miss Lazy

Ferdi ikut cengo, meski agak terlambat. Selanjutnya suara 'Brukk' membuat 5 masang mata disana mengarah pada Adit yang sudah terkapar mengenaskan. Adit koid. Ralat, pura-pura pingsan. "Berdiri yang bener! Atau saya tambahin lagi hukumannya!" Spontan Adit berdiri tegak, ke empat temannya mulai misuh-misuh menyalahkan satu sama lain. 💤💤💤
103.2K viewsOngoingAdded to Library 107 Times as buzzed
Read
+Library
Sweet Dreams

Sweet Dreams

Lagi, seakan belum cukup rasa terkejutnya, Ame berlari menuju orang itu. "Jangan berlari!" teriak Kafta menegur Ame, sedangkan Nina masih berusaha mengumpulkan kesadarannya. Ia terlalu tidak paham kenapa Tuhan membuatnya merasakan sesak sedalam ini. Sebenarnya apa lagi yang Tuhan rencanakan untuknya? "Ayo om, Ame kenalkan pada Kak Nina!" Samar-samar Nina kembali mendengar langkah kaki menuju ke arahnya.
101.7K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as buzzed
Read
+Library
HIATUS

HIATUS

Tuan Harraz tidak menyentuh makanannya samasekali, lelaki itu terlihat tidak berselera dan hanya menenggak segelas air putih. “Aku tidak enak badan,” keluh Tuan Harraz sambil menyandarkan tubuhnya di bangku setir. Mobil yang kami tumpangi belum dilajukannya sejak tadi, Tuan Harraz mengurut-ngurut kepalanya yang diakuinya pusing.
103.9K viewsOngoingAdded to Library 116 Times as buzzed
Read
+Library
Hoffen

Hoffen

Dia mempercepat langkahnya masuk ke dalam. Langkah wanita itu perlahan melambat karena sedikit takut memasuki area clubbing. Suara musik kencang, lampu diskotik yang warna-warni, aroma alkohol yang sangat menyengat membuat Trisha seketika merasa pusing. Di tambah melihat banyak orang berjoget ria dengan memegang botol berwarna hijau, sehingga membuat kepalanya semakin sakit.
1012.5K viewsCompletedAdded to Library 426 Times as buzzed
Read
+Library
FATED

FATED

Aku tentu saja memilih menjaga stand bazaar karena aku memang tidak pandai dalam olahraga. Handphone-ku bergetar dan kuusap layarnya. Melihat banyak sekali notifikasi yang masuk aku langsung menjadi gugup. Apa aku ketinggalan sesuatu? Aku melihat notifikasi dari grup ‘Bazaar 9-3’. Aku melihat ada 32 pesan yang belum kubaca. Yeri: Jangan lupa kita hari ini harus dateng jam 07.00 ya Kita perlu siapin barang-barang buat bazaar dulu
104.5K viewsCompletedAdded to Library 109 Times as buzzed
Read
+Library
Driving Me Mad

Driving Me Mad

Rasa takut mulai mendera karena Jim nampak berubah menjadi orang lain. Apa ia mabuk? Secepat itukah? Shine lihat Jim hanya meminum beberapa teguk saja. "Jim, sepertinya kita harus pulang," pinta Shine panik. "Pulang? Ini rumah kita. Kau ingin pulang kemana?" "Apa kau mabuk, Jim?" Shine mulai waspada, ia memagari tubuhnya dengan tangan karena Jim semakin mendekat. Matanya tajam menatap mata Shine.
9.939.4K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as buzzed
Read
+Library
BROKEN

BROKEN

Aroma busuk menguap membuat siapa saja yang menghirupnya menjadi mabuk. Dev merasakan kekuatan gaib mencekal tubuhnya. Dia berusaha melawan dengan kekuatan yang dia miliki. Pandangannya terhalang oleh banyaknya lalat sehingga dia sama sekali tidak bisa melihat Jess. Menyeruak, dia mencari-cari pintu, tetapi serangga-serangga tersebut membelenggu kakinya. Dev berteriak keras sambil mengibaskan tangan. Pelan-pelan lalat-lalat itu menghilang entah ke mana. "Mommy! Mommy!" Sosok Jess ikut menghilang bersama parasit-parasit itu.
109.1K viewsCompletedAdded to Library 245 Times as buzzed
Read
+Library
YOU

YOU

AlunaOcean (kuliah kok, ini lagi makan bekel bareng temen-temen di selasar) Aluna membalas pesan Xavier yang tadi sempat tertunda karena harus mencari kotak bekal dan menyusul teman-temannya yang berada di selasar. Aluna kembali melanjutkan memakan bekalnya sambil sesekali bertukar cerita kepada teman barunya, suasana selasar yang cukup ramai oleh suara-suara mahasiswa lain yang tengah duduk di sana dan lalu lalang orang-orang yang lewat di belakang mereka pun membuat mereka berempat harus sedikit mengencangkan suaranya ketika sedang berbicara, agar terdengar jelas dan meminimalisir salah dengar. Ketika Aluna hendak menyuapkan lagi nasi ke mulutnya, smartphone gadis itu bergetar dan menyala,
2.4K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as buzzed
Read
+Library
Greedy

Greedy

Dia mengelus-elus pergelangan tangannya yang terasa sakit. Di dalam ruangan berwarna putih itu terdapat dua buah AC. Akan tetapi, Bara tetap saja merasa gerah ditambah gelisah. Akhir-akhir ini dia sulit untuk fokus dan sering melamun. Entah apa yang ada di dalam pikirannya saat ini. Bara memainkan pulpen di tangannya dan menggigitnya. Dia terus menggigit pulpen itu dan akhirnya membuangnya ke sembarang tempat.
105.4K viewsCompletedAdded to Library 195 Times as buzzed
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status