Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
HURT

HURT

Kemudian, disesapnya minuman itu perlahan, menikmati sensasi manis dan sedikit pahit yang menyentuh permukaan lidahnya. Cokelat panas, minuman favoritnya ini memang selalu menjadi senjata paling ampuh untuk mengusir lelah dan penatnya. “Ponselmu.” Mi Kyung meletakkan ponsel berwarna biru metalik ke atas meja dan mendorongnya ke arah Joon. “Kau harus segera mengaktifkannya. Siapa tahu ada orang penting yang hendak menghubungimu. Sudah dua hari kau menonaktifkannya, bukan?”
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai buzzed
Baca
+Pustaka
Sweet Dreams

Sweet Dreams

Sebaiknya cepat mengakui kesalahan, Elle, atau aku akan menjadi semakin tidak terkontrol] Pesan itu membuat wajah Bibi Andini memucat. Ini ancaman yang lebih mengerikan lagi. "Ada apa, Ma?" tanya Paman Burhan khawatir. Dengan bergetar, Bibi Andini menyerahkan ponselnya untuk dibaca. **
9.889.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai buzzed
Baca
+Pustaka
Alice

Alice

Alice sangat bosan, dia tak ingin berada di posisi ini. Alice mengambil handpone nya dan membuka W******p menghilangkan rasa bosan nya. Inti Angle Wing! Aurisat | Woy gue bosen nih! Gathanjing | Sama gue juga! Markas kuy, Niacup | aku lagi jagain adek, gak boleh keluar Aurisat | alah, buang aja adek lo. Nyusahin amat Alice Setuju nih gue|
105.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai buzzed
Baca
+Pustaka
EUFORIA

EUFORIA

“Sederhana, Adrian. Tadi saya mengatakan kalau kamu sering bermonolog, bukan? Itu artinya, kamu punya banyak waktu untuk berbicara dengan dirimu sendiri. Orang yang berbicara dengan diri sendiri, kerap kali dikatakan sakit mental.” Carissa mengempaskan pantat di sebelahku. “Saya tanya, apakah kamu sering berhalusinasi?” Mataku menyipit seketika. “Nggak pernah. Halusinasi macam apa? Gue nggak pernah halu.” Kedua alis Carissa turun. Tatapannya jadi agak berbeda sekarang. Ada hal yang ia cari di mataku. “Tentu saja, Adrian. Orang yang berhalusinasi tidak akan sadar diri. Tapi, saya yakin kalau beberapa ingatan di kepalamu hanyalah ilusi.”
1013.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 391 kali sebagai buzzed
Baca
+Pustaka
ANNOYING NEIGHBOR

ANNOYING NEIGHBOR

Pikiranku terus-menerus berputar dan macet pada kejadian di taman sekolah siang tadi. ​Kalimat Gabriel yang bilang kalau dirinya selalu sibuk berlatih basket di lapangan sampai larut malam terus terngiang-ngiang di kepalaku seperti kaset rusak. Menimbulkan benang kusut di dalam kepalaku yang membuat suasana hatiku buruk sejak pulang sekolah. ​Ting! ​Aku tersentak pelan saat ponsel di samping bantal bergetar dan berdenting nyaring, menarikku paksa dari lamunan yang melelahkan. Aku segera meraihnya dengan tergesa.
300 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8 kali sebagai buzzed
Baca
+Pustaka
RENDEZVOUS

RENDEZVOUS

To : Kanza Kasih tahu saya gimana caranya ngehibur orang insecure? From : Kanza Hah? Berasa mbah g****e saya. Kalau begitu passwordnya dulu, Pak. To : Kanza Gak ada waktu cepet kasih tahu saya. From : Kanza Ketik 'Ok g****e bagaimana cara menghibur orang insecure?' To : Kanza Ck banyak mau. Ok g****e bagaimana cara menghibur orang insecure? From : Kanza Jawabannya.. Saya gak tahu pak saya bukan g****e.
1010.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 359 kali sebagai buzzed
Baca
+Pustaka
OBSESI BERGAIRAH

OBSESI BERGAIRAH

Langsung saja Valerie menginjak pedal gas, melesatkan mobilnya pun melaju kencang membelah jalanan kota yang cukup ramai pada pagi hari itu. Hari ini pagi sangat cerah, matahari bersinar lebih terang dari biasanya. Satu keluarga Hugo sedang berkumpul di meja makan untuk melakukan sarapan bersama. Beberapa dari mereka sibuk membicarakan mengenai bisnis di perusahaan, dan sebagian lagi hanya fokus dengan sarapan mereka. Sementara satu orang yang duduk di kursi utama meja makan paling ujung, dia tengah melihat layar ponselnya membaca beberapa email pekerjaan yang masuk.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai buzzed
Baca
+Pustaka
Euforia

Euforia

Brak Reyya menggebrak meja Nindi dengan napas memburu, sorot mata bule Canada itu panik menatap gadis yang hampir terjungkal akibat ulah gebrakan meja yang tiba-tiba olehnya. "REYYA!" Pekik Nindi sebal, hancur sudah moodnya pagi ini. "NINDI!" "Ck! Apaan, sih?!" gerutu gadis imut itu sebal menatap sahabatnya. "NIN! LEO, NIN!" Dengan wajah dramatis, Reyya mengguncang tubuh Nindi, "LEO HILANG!" Sontak mata Nindi melebar, kemudian ia berdiri disertai gestur tubuh tak kalah panik.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai buzzed
Baca
+Pustaka
Menjadi Madu

Menjadi Madu

"Bibi... Bi Jum!" Kudengar ibu mertuaku mulai memanggil asisten rumah tangganya. "Bi Jum, tolong masak sup yang baru, aku mau makan masakan Bibi. Yang ini tolong bawa ke belakang! Ini rasanya seperti terlalu banyak MSGnya, terlalu banyak micinnya, tidak sehat," kata wanita kaya itu.
108.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai buzzed
Baca
+Pustaka
MERTUA RASA MADU

MERTUA RASA MADU

jawab suamiku dengan tatapan penuh makna pada ibundanya Baru saja kami akan berangkat pergi tiba-tiba wanita itu pingsan tersungkur dan kepalanya membentur kursi. Dia terjatuh dengan posisi telentang membuat suamiku langsung menghentikan tarikan gas dan turun dari motornya dengan panik. Orang-orang juga berhamburan masuk ke halaman rumah dan membantu mengangkat Ibu Lina. "Astaga, Ibu Lina," ujar mereka.
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai buzzed
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status